Trump Beri Dukungan ke PM Hungaria di Pemilu Parlemen

- Trump sebut relasi AS dan Hungaria ada di level tertinggi
- AS dan Hungaria setuju lawan persekusi umat Kristen
- FBI bantu Hungaria ungkap kasus investasi emas palsu
Jakarta IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan dukungan kepada Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen. Dukungan ini didorong penurunan elektabilitas Orban di Hungaria jelang pemilu pada April.
“Viktor Orban adalah teman sejati, pejuang, dan pemenang. Dia sudah mendapatkan dukungan total dari saya untuk kembali menjadi PM di Hungaria,” terang Trump, dikutip dari Politico, Sabtu (7/2/2026).
Trump dan Orban dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat. Pada pemilihan presiden di AS 2024, Orban juga menyatakan dukungan kepada Trump untuk terpilih periode kedua.
1. Trump sebut relasi AS dan Hungaria ada di level tertinggi
Pada saat yang sama, Trump mengungkapkan bahwa hubungan AS dan Hungaria ada di level tertinggi. Menurutnya, kedua negara sudah mencapai kerja sama yang sangat baik.
“Saya ingin melanjutkan kerja sama baik dan dekat dengan Orban. Selama kepemimpinannya, kedua negara dapat menuju ke arah kesuksesan,” ungkapnya, dikutip dari Hungary Today.
Trump menyebut, Orban memiliki pandangan yang sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional AS pada Desember 2025. Presiden AS itu berjanji untuk mendukung dan memperkuat partai patriotik di Eropa.
2. AS dan Hungaria setuju lawan persekusi umat Kristen
Menteri Manajemen dan Sumber Daya AS, Michael Rigas dan Sekretariat Perlindungan Kristen Hungaria, Tristan Azbej setuju untuk mempromosikan kebebasan. Fokus dari kebijakan ini untuk bantuan ke Timur Tengah dan Afrika Sub-Sahara.
“Dokumen merefleksikan kekhawatiran global kepada komunitas pemuka agama, terutama komunitas Kristen yang mengalami intimidasi, kurungan, kekerasan, dan tewas hanya karena kepercayaannya,” terangnya.
Program Hungary Helps ini disebut akan membantu komunitas Kristen yang terdampak persekusi. Bantuan dana ini akan membantu mereka dalam membangun kembali komunitas atau tetap berada di tanah leluhurnya.
3. FBI bantu Hungaria ungkap kasus investasi emas palsu
Biro Investigasi Nasional Hungaria (KR NNI) mengatakan sudah mendakwa 3 warga Hungaria atas pemalsuan investasi emas. Mereka diduga sudah menipu investor asal AS dengan memalsukan produk emas.
Investigasi kasus ini dimulai pada November 2025 setelah Badan Administrasi Pajak dan Bea Cukai Hungaria menemukan pengiriman mencurigakan di bandara. Penyelidikan kasus penipuan investasi ini sudah mendapatkan bantuan dari agen FBI.


















