ilustrasi buah-buahan (pexels.com/Snappr)
Lini usaha baru OPMS akan bergerak di industri pangan yang meliputi perdagangan gula, coklat, dan kembang gula, kopi, teh dan kakao, makanan dan minuman hasil pertanian, buah-buahan, telur dan hasil olahan telur, susu dan produk susu, minuman non alkohol bukan susu, dan makanan serta minuman lainnya.
Selain itu, perusahaan asal Surabaya ini juga akan melakukan perdagangan besar di komoditas beras, sayuran, minyak dan lemak nabati, daging ayam dan daging ayam olahan, eceran roti, kue kering, serta kue basah dan sejenisnya, daging sapi dan daging sapi olahan, daging dan daging olahan dan roti.
Direktur Optima Prima Metal Sinergi, Rubbyanto Handaja Kusuma pun mengatakan, tenaga ahli dan pendapatan atas kegiatan usaha baru tersebut akan dibukukan Perseroan pada laporan keuangan kuartal IV-2025 dan paling lambat dilaporkan pada 31 Maret 2026.
“Untuk ke depannya, Perseroan akan lebih berfokus pada lini bisnis baru di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibanding penjualan besi scrap. Namun, Perseroan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil guna meningkatkan pendapatan perseroan di segmen tersebut,” tutur Rubbyanto, dikutip Selasa (6/1/2026).