Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China dan Korea Selatan Sepakati 9 Kerja Sama Bisnis di Beijing

China dan Korea Selatan Sepakati 9 Kerja Sama Bisnis di Beijing
Bendera China (unsplash.com/runningchild)
Intinya sih...
  • China dan Korea Selatan menandatangani 9 perjanjian kerja sama bisnis di Beijing
  • Perjanjian fokus pada rantai pasok, ekonomi digital, dan industri konsumsi
  • Presiden Lee Jae Myung kunjungi China bersama 200 pemimpin bisnis untuk memperkuat hubungan bilateral
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan China dan Korea Selatan menandatangani sembilan perjanjian kerja sama pada Senin (5/1/2026) di Beijing, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, dan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan puncak antara kedua pemimpin ini merupakan yang kedua dalam dua bulan terakhir sekaligus kunjungan kenegaraan pertama Presiden Lee ke Beijing sejak ia menjabat pada Juni 2025.

Kunjungan selama empat hari tersebut berlangsung di tengah ketegangan global yang meningkat, termasuk akibat uji coba rudal balistik Korea Utara dan serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, yang turut membayangi dinamika keamanan kawasan Asia Timur. Dalam pertemuan ini, Beijing dan Seoul menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, dan pariwisata, serta meningkatkan koordinasi demi menjaga stabilitas di Semenanjung Korea di tengah situasi internasional yang tidak menentu.

1. 9 perjanjian bisnis China–Korea Selatan fokus pada rantai pasok, ekonomi digital, dan industri konsumsi

Kementerian Perdagangan Korea Selatan menyebut beberapa perusahaan yang terlibat dalam sembilan perjanjian bisnis, antara lain Alibaba International, Lenovo, dan Shinsegae. Kesepakatan itu meliputi kerja sama di bidang investasi rantai pasok, ekonomi digital, dan pengembangan sektor konsumsi, meskipun pemerintah Korea Selatan tidak merinci nilai atau rincian komersial dari masing-masing kontrak. Kedua negara juga akan membahas investasi rantai pasok, transformasi digital, serta pertukaran budaya sebagai bagian dari agenda diplomatik kunjungan kenegaraan Presiden Lee.

Dalam pernyataannya kepada media, Presiden Lee Jae Myung menegaskan pentingnya memperluas kerja sama ekonomi di sektor teknologi mutakhir, termasuk akal imitasi (AI), serta potensi kolaborasi pada produk konsumsi.

“Korea Selatan dan China perlu memperluas kerja sama ekonomi di bidang kecerdasan buatan, serta dapat berkolaborasi dalam sektor barang konsumsi seperti perlengkapan rumah tangga, produk kecantikan, makanan, dan konten budaya seperti film, musik, gim, dan olahraga," ujar Presiden Lee, dilansir The Straits Times.

2. Presiden Korea Selatan mengunjungi China bersama 200 pemimpin bisnis

Presiden Lee Jae Myung tiba di Beijing pada Minggu (4/1/2026), untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama empat hari, didampingi lebih dari 200 pemimpin bisnis terkemuka Korea Selatan. Delegasi tersebut mencakup Ketua Samsung Electronics Jay Y. Lee, Ketua SK Group Chey Tae-won, dan Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung, menandakan fokus kuat Seoul pada diplomasi ekonomi dengan China.

Kunjungan ini menjadi kunjungan kenegaraan pertama Presiden Korea Selatan ke China dalam beberapa tahun terakhir, serta bagian dari upaya Seoul merestorasi hubungan bilateral secara menyeluruh. Dalam pidatonya di Beijing, Presiden Lee menyatakan, pada 2026 diharapkan menjadi titik awal pemulihan penuh hubungan Korea Selatan-China, sekaligus membuka fase baru dalam pengembangan hubungan kedua negara.

Pada hari kedua kunjungan, Presiden Lee dan Presiden Xi Jinping menggelar pertemuan puncak dan upacara penandatanganan nota kesepahaman, yang kemudian dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan di Beijing. Dalam pertemuan tersebut, Lee menekankan pentingnya kerja sama kedua negara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

3. Pertemuan Lee dan Xi berlangsung di tengah ketegangan kawasan dan meningkatnya rivalitas global

Penandatanganan sembilan kesepakatan bisnis antara China dan Korea Selatan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Asia Timur. Situasi global juga semakin tegang setelah serangan militer AS ke Venezuela, menjadikan stabilitas regional sebagai salah satu fokus utama pembahasan antara Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Xi Jinping.

Dalam pernyataannya, Presiden Xi Jinping mengatakan, China dan Korea Selatan perlu berdiri di sisi yang benar dari sejarah dan membuat pilihan strategis yang tepat untuk menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan. Xi juga menekankan pentingnya memelihara persahabatan dan dialog jangka panjang, dengan menyatakan, kedua negara sebagai tetangga harus meningkatkan pertukaran dan komunikasi guna memperkuat kepercayaan dan hubungan strategis di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Tambah Lagi BUMN yang Alihkan Saham Danantara ke BP BUMN, Kini JSMR

07 Jan 2026, 22:21 WIBBusiness