OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital Lebih Terarah

OSL Indonesia mendorong investor aset digital menyesuaikan strategi dengan profil risiko, kebutuhan, dan tujuan, serta mengenali karakter diri sebelum menghadapi pergerakan pasar.
Investor, terutama pemula, diimbau melakukan riset mandiri mengenai karakteristik, mekanisme, dokumentasi, dan risiko aset digital sebelum bertransaksi atau membeli kripto.
OSL menyediakan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool, namun mengingatkan investasi aset digital tetap berisiko fluktuasi harga, kehilangan modal, likuiditas, teknologi, dan perubahan regulasi.
Jakarta, IDN Times - OSL Indonesia, perusahaan pedagang aset keuangan digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong masyarakat menerapkan strategi investasi aset digital yang lebih terarah.
Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, menilai strategi investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko, kebutuhan, serta tujuan masing-masing investor.
Menurut Vincent, salah satu tantangan terbesar dalam berinvestasi bukan hanya memahami pergerakan pasar, tetapi juga mengenali diri sendiri sebagai investor.
1. Investor perlu melakukan riset sebelum membeli aset digital

Investor Kripto Mulai Lebih Selektif di Tengah Volatilitas Global (Dok. OSL) Vincent mengingatkan investor, khususnya mereka yang baru ingin berinvestasi pada aset kripto, untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
“Bagi investor baru dan ingin berinvestasi pada aset kripto, sangat penting untuk selalu melakukan riset terlebih dahulu. Jangan pernah berinvestasi pada aset investasi yang belum dikenal dan belum mengerti sepenuhnya,” jelas Vincent dalam keterangan resmi.
OSL Indonesia juga mendorong setiap pengguna melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum bertransaksi.
Riset tersebut mencakup pemahaman terhadap karakteristik, mekanisme, serta dokumentasi masing-masing aset digital. Hal ini penting karena setiap aset dapat memiliki profil risiko yang berbeda.
2. OSL tawarkan ragam fitur untuk transaksi aset digital

OSL Indonesia resmikan kantor fisik di SCBD. (IDN Times/Sandy Firdaus) Salah satu pendekatan investasi yang dapat digunakan adalah Dollar-Cost Averaging (DCA). Strategi ini mengedepankan konsistensi dengan melakukan investasi secara terjadwal.
Melalui investasi berkala, investor dapat membangun kebiasaan investasi secara lebih konsisten tanpa harus terus menentukan waktu pembelian secara manual.
Sejalan dengan pendekatan tersebut, OSL Indonesia menghadirkan fitur Auto-Invest (DCA) di platformnya. Fitur tersebut dirancang untuk membantu investor menerapkan strategi investasi jangka panjang secara lebih terstruktur.
Sementara bagi investor yang memiliki kebutuhan dan aktivitas transaksi lebih tinggi, OSL Indonesia menghadirkan OSL Elite.
Fitur tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman yang lebih eksklusif, termasuk benefit dan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan investor dengan nilai investasi lebih besar.
Selain Auto-Invest dan OSL Elite, OSL Indonesia juga menghadirkan OSL Launchpool. Fitur ini juga jadi salah satu fitur yang dapat membantu transaksi aset digital kripto.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam program alokasi aset kripto tertentu dengan mengalokasikan aset kripto yang dimilikinya selama periode program.
OSL Indonesia menyebut OSL Launchpool sebagai fitur launchpool pertama di Indonesia yang dirancang untuk membantu investor mengembangkan portofolionya.
3. Investasi aset digital tetap memiliki risiko

Koinsayang Bertransformasi Jadi OSL Indonesia, Kenalkan Standar Global (IDN Times/istimewa) Meski menawarkan berbagai pilihan dan fitur investasi, perdagangan serta investasi aset digital tetap memiliki risiko. Risiko tersebut antara lain fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas, risiko teknologi, serta perubahan regulasi.
Karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset digital sebelum bertransaksi.
OSL Indonesia mendorong pengguna untuk melakukan riset secara mandiri, mempertimbangkan profil risiko, serta menyesuaikan keputusan investasi dengan kondisi dan tujuan masing-masing.




















![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)

