Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Peluang Usaha Turunan dari Bisnis Bakery yang Jarang Dilirik Orang
ilustrasi seorang tukang roti yang mengenakan masker wajah menyajikan nampan berisi roti segar di sebuah toko roti (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Bisnis turunan bakery dapat menyasar kafe, toko roti, dan usaha kuliner melalui adonan beku siap panggang serta bahan isian dan topping siap pakai.
  • Roti berlebih yang masih layak konsumsi bisa diolah menjadi remah roti, crouton, atau bahan makanan lain, dengan perhatian pada keamanan dan permintaan pasar.
  • Peluang lain mencakup paket bahan membuat roti di rumah serta jasa dekorasi kue, yang perlu disesuaikan dengan biaya, kapasitas, dan kebutuhan pelanggan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bisnis roti dan kue tidak hanya menawarkan peluang pendapatan dari penjualan produk jadi kepada konsumen. Di balik proses produksinya, terdapat berbagai kebutuhan lain yang bisa dikembangkan menjadi usaha tersendiri, mulai dari penyediaan bahan setengah jadi hingga layanan pendukung bagi pelaku usaha sejenis. Peluang ini menarik karena calon pelanggan tidak harus berasal dari konsumen akhir, tetapi juga bisa berupa kafe, toko roti, dan usaha kuliner lainnya.

Menariknya, beberapa peluang tersebut tidak mengharuskan pelaku usaha membuka toko roti dengan menu yang lengkap. Ada kebutuhan khusus yang bisa dipenuhi melalui produksi skala kecil atau layanan yang lebih terfokus. Yuk, kenali lima peluang usaha turunan dari bisnis bakery yang jarang dilirik, tetapi layak dipertimbangkan.


1. Menjual adonan beku siap panggang

ilustrasi tiga bola adonan di dalam sebuah wadah (pexels.com/Felicity Tai)

Tidak semua kafe atau kedai kopi memiliki waktu, tenaga, dan peralatan untuk membuat adonan roti sendiri. Sebagian usaha lebih membutuhkan produk yang bisa disimpan terlebih dahulu, kemudian dipanggang ketika ada pesanan. Kebutuhan ini membuka peluang untuk memproduksi adonan beku siap panggang bagi pelaku usaha kuliner yang ingin menyediakan roti tanpa menjalankan proses produksi dari awal.

Peluang pendapatannya dapat berasal dari pesanan rutin berbagai usaha makanan dan minuman. Pelaku usaha bisa menawarkan beberapa pilihan adonan dengan ukuran dan jumlah yang disesuaikan kebutuhan pelanggan. Namun, produksi perlu memperhatikan konsistensi rasa, keamanan penyimpanan, serta biaya distribusi agar produk tetap layak digunakan dan harga jualnya mampu memberikan keuntungan.


2. Menyediakan bahan isian dan topping siap pakai

ilustrasi bahan-bahan kue termasuk taburan dan lapisan gula hijau (pexels.com/Tara Winstead)

Pembuatan roti dan kue membutuhkan berbagai bahan pelengkap, seperti selai, krim, saus cokelat, dan isian dengan rasa tertentu. Bahan-bahan tersebut terkadang memerlukan proses pengolahan tersendiri sebelum bisa digunakan dalam produksi. Kondisi ini membuka peluang usaha untuk menyediakan bahan isian dan topping siap pakai yang membantu toko roti lain menghemat waktu persiapan.

Usaha ini dapat menyasar bakery rumahan, penjual donat, pembuat kue pesanan, hingga kedai yang menawarkan makanan manis. Produk bisa dibuat berdasarkan kebutuhan pasar, misalnya isian dengan rasa yang umum digunakan atau kemasan praktis untuk produksi harian. Agar menguntungkan, pelaku usaha perlu menghitung biaya bahan baku, pengemasan, penyimpanan, dan risiko produk tidak terjual sebelum menentukan jenis produk yang akan dipasarkan.


3. Mengolah roti berlebih menjadi produk lain

ilustrasi berbagai potongan roti tawar dalam mangkuk kayu (pexels.com/Mihman Duğanlı)

Roti yang masih layak konsumsi tetapi belum terjual dapat menimbulkan persoalan persediaan bagi bisnis bakery. Jika jumlahnya cukup banyak dan tidak segera dimanfaatkan, produk tersebut berpotensi menambah kerugian karena tidak menghasilkan pemasukan sesuai target awal. Salah satu peluang yang bisa dikembangkan adalah mengolah roti berlebih menjadi produk lain, seperti remah roti, crouton, atau bahan dasar makanan tertentu.

Produk hasil olahan tersebut dapat ditawarkan kepada konsumen maupun usaha kuliner yang membutuhkannya sebagai bahan tambahan. Meski begitu, bahan yang digunakan harus tetap aman, ditangani dengan benar, dan belum melewati batas kelayakan konsumsi. Pelaku usaha juga perlu memastikan produk olahan memiliki permintaan yang jelas agar upaya mengurangi sisa persediaan tidak justru menambah biaya produksi baru.


4. Menjual paket bahan untuk membuat roti di rumah

ilustrasi kumpulan bahan-bahan untuk membuat roti pisang, termasuk tepung, pisang, dan vanili (pexels.com/Rachel Loughman)

Tidak semua orang yang ingin membuat roti sendiri memiliki waktu untuk mencari dan menakar setiap bahan secara terpisah. Kebutuhan ini dapat menjadi peluang usaha melalui paket bahan yang sudah ditakar sesuai resep, lengkap dengan petunjuk pembuatan yang mudah diikuti. Konsep tersebut membuat pelanggan lebih praktis mencoba kegiatan memanggang tanpa perlu membeli setiap bahan dalam jumlah besar.

Paket dapat dibuat berdasarkan jenis produk, tingkat kesulitan, atau kebutuhan acara tertentu. Misalnya, pelaku usaha menyediakan paket untuk membuat kukis, roti manis, atau kue sederhana bersama keluarga. Pendapatan diperoleh dari penjualan paket sekaligus peluang pembelian ulang ketika pelanggan ingin mencoba resep lainnya. Namun, takaran bahan, petunjuk penggunaan, dan masa simpannya perlu diperhatikan agar hasil yang diperoleh pelanggan tetap sesuai harapan.


5. Membuka jasa dekorasi dan aksesori kue pesanan

ilustrasi seorang koki profesional menambahkan lapisan cokelat leleh pada kue di dapur (pexels.com/Gustavo Fring)

Tidak semua pembuat kue memiliki keterampilan atau peralatan untuk menghasilkan dekorasi yang rumit. Padahal, kue untuk ulang tahun, pernikahan, dan perayaan lainnya sering membutuhkan tampilan khusus sesuai permintaan pelanggan. Kebutuhan ini membuka peluang usaha berupa pembuatan aksesori dekorasi kue, tulisan khusus, ornamen, atau layanan personalisasi yang dapat digunakan oleh pembuat kue lain.

Pelaku usaha bisa menawarkan aksesori sesuai tema acara atau menerima pesanan berdasarkan desain yang diberikan pelanggan. Model bisnis ini memungkinkan seseorang berfokus pada satu keahlian tanpa harus memproduksi kue secara keseluruhan. Sebelum memulai, pertimbangkan biaya bahan, waktu pengerjaan, kapasitas produksi, dan kebutuhan pasar agar harga yang ditetapkan sebanding dengan tingkat kerumitan pesanan.

Peluang usaha turunan dari bisnis bakery tidak selalu harus dimulai dengan membuka toko dan menjual roti kepada konsumen akhir. Penyediaan adonan, bahan isian, pengolahan roti berlebih, paket bahan memanggang, hingga aksesori dekorasi menawarkan pilihan usaha dengan kebutuhan modal dan keterampilan yang berbeda. Kuncinya adalah memilih kebutuhan yang benar-benar dicari pasar, menghitung biaya secara cermat, dan memulai dari skala yang sesuai dengan kemampuan usaha.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article