Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membeberkan alasan pemerintah harus turun tangan untuk menuntaskan masalah utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria menjelaskan langkah restrukturisasi tersebut perlu dilakukan karena struktur permodalan proyek tersebut sejak awal kurang ideal, yakni minim ekuitas namun dibebani utang yang besar, dalam hal ini PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
"Sehingga ini yang kita selesaikan kan karena kalau mereka ikut menanggung utang yang besar dikhawatirkan nanti operasionalnya nggak sustain gitu kan," kata dia di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, dikutip Rabu (29/4/2026).
