Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Patok Rupiah Rp16.800-Rp17.500 per Dolar AS pada 2027
Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
  • Pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS pada 2027, seiring meredanya ketegangan geopolitik dan membaiknya ekonomi global.
  • Stabilitas rupiah akan dijaga lewat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang diperkuat untuk memastikan keseimbangan ekonomi makro serta menjaga kepercayaan pasar domestik.
  • Pemerintah memperkirakan suku bunga SBN tenor 10 tahun berada di kisaran 6,5–7,3 persen pada 2027, didukung penguatan pasokan valas melalui kebijakan devisa hasil ekspor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak stabil pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2027, seiring proyeksi membaiknya kondisi ekonomi global dan meredanya ketegangan geopolitik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, asumsi nilai tukar tersebut disusun dengan mempertimbangkan prospek  meredanya tensi geopolitik, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta membaiknya pertumbuhan ekonomi global.

"Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan Rupiah di tahun 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat," tegasnya dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran, Rabu (10/6/2026).

1. Sabilitas rupiah ditopang sinergi fiskal dan moneter

Logo Bank Indonesia

Menurut Purbaya, stabilitas rupiah juga akan ditopang oleh sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan pasar keuangan domestik.

"Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk memastikan kedua kebijakan berjalan selaras tanpa menimbulkan crowding out effect, sehingga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan dapat terjaga dan turut menopang pertumbuhan ekonomi," ujar Purbaya.

2. Perkuat pasokan valas melalui DHE SDA

Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)

Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang masih berpotensi muncul akibat dinamika global, pemerintah berupaya meningkatkan kepercayaan pelaku pasar (market confidence) melalui pengelolaan kebijakan yang terkoordinasi.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri, salah satunya melalui implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang telah direvisi.

Purbaya menilai langkah tersebut penting untuk menjaga ketahanan eksternal dan mengurangi tekanan terhadap rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan internasional.

3. Suku bung SBN tenor 10 tahun dipatok 6,5 persen hingga 7,3 persen

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Sejalan dengan proyeksi membaiknya kondisi global, pemerintah juga memperkirakan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dapat terkendali pada kisaran 6,5 persen hingga 7,3 persen pada 2027.

Stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

"Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, pemerintah terus memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus memelihara momentum pertumbuhan," ungkapnya.

Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan market confidence sehingga akan memperkuat pasokan valas domestik, termasuk melalui kebijakan devisa hasil ekspor yang baru saja direvisi.

Editorial Team

Related Article