Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Target Setop Impor Avtur Mulai 2027
Pasokan avtur untuk pesawat saat event MotoGP Mandalika 2025. (dok. Pertamina)

Intinya sih...

  • Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor avtur mulai 2027

  • Ke depan hanya impor minyak mentah, bukan produk jadi, untuk mengurangi ketergantungan impor BBM

  • Kebijakan penguatan produksi dalam negeri berpotensi memicu perbincangan di media sosial (medsos) dan impor solar akan dihentikan lebih dulu

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor avtur mulai 2027. Pemerintah akan menyiapkan kebutuhan energi strategis, termasuk avturk, sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Negara harus menyiapkan. Termasuk Avtur Bapak Presiden. Jadi Avtur juga 2027 insyaallah tidak lagi kita melakukan impor," kata Bahlil di Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/1/2026).

1. Ke depan hanya impor minyak mentah

Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Bahlil menjelaskan, ke depan pemerintah akan mendorong kebijakan agar Indonesia hanya mengimpor minyak mentah atau crude oil. Artinya yang diimpor bukan dalam bentuk produk jadi.

Dia mengatakan, kebijakan tersebut dijalankan atas arahan Presiden untuk mengurangi ketergantungan impor produk jadi. Jika langkah itu dapat diwujudkan, ruang terkait impor bahan bakar minyak (BBM) disebut akan semakin menyempit.

"Ke depan kita akan dorong atas perintah Bapak Presiden, kita hanya mengimpor crude-nya saja. Kalau ini mampu kita lakukan, maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis," ujarnya.

2. Siap hadapi sorotan di medsos soal impor

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil mengakui kebijakan penguatan produksi dalam negeri berpotensi memicu perbincangan di media sosial (medsos). Dia menyebut, kebijakan tersebut kemungkinan dianggap memutus jalur para importir.

"Setelah ini pasti ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur para importir," kata mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

Namun, dia menegaskan pemerintah tidak mempermasalahkan hal itu dan siap mengambil risiko demi kepentingan nasional serta kedaulatan energi Indonesia.

3. Impor solar akan mulai dihentikan lebih dulu

ilustrasi kapal tanker Pertamina International Shipping (dok. PIS)

Bahlil juga menyampaikan Indonesia akan mulai menghentikan impor solar. Dia mengatakan kebijakan tersebut dijalankan atas perintah Presiden dan berlaku pada tahun ini.

"Untuk solar, tahun ini alhamdulillah atas perintah Bapak Presiden, maka mulai yang sekarang kita bicara ini, Pak, tidak ada lagi impor solar," ujar Bahlil.

Editorial Team