Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pengeluaran Rumah Tangga yang Bisa Membengkak saat Harga Pangan Naik
ilustrasi membeli sayuran (unsplash.com/Alex Hudson)
  • Kenaikan harga pangan membuat belanja bahan makanan harian membengkak, sehingga anggaran mingguan lebih cepat habis meski jumlah barang yang dibeli tidak berubah.

  • Harga bahan pangan dapat menaikkan biaya makan di luar serta total belanja online, termasuk ongkos kirim, biaya layanan, dan biaya tambahan lainnya.

  • Perubahan pola memasak dan pilihan makanan pengganti dapat memengaruhi biaya gas, listrik, camilan, serta produk siap saji yang berpotensi menambah pengeluaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kenaikan harga pangan dapat memengaruhi keuangan rumah tangga karena makanan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari. Ketika harga beras, telur, minyak goreng, atau cabai meningkat, uang belanja yang biasanya cukup untuk satu minggu bisa habis lebih cepat. Dampaknya juga tidak selalu terlihat dari harga bahan makanan saja, tetapi bisa merambat ke berbagai pengeluaran lain.

Kondisi tersebut membuat keluarga perlu lebih cermat dalam mengatur anggaran tanpa mengorbankan kebutuhan gizi. Kita juga perlu memahami pengeluaran mana yang paling rentan meningkat ketika harga bahan pangan berubah. Berikut lima pengeluaran rumah tangga yang perlu diperhatikan saat harga pangan naik.

1. Belanja bahan makanan harian

ilustrasi belanja bulanan (pexels.com/Kampus Production)

Pengeluaran yang paling langsung terdampak adalah belanja bahan makanan untuk memasak di rumah. Kenaikan harga beras, sayuran, telur, daging, dan minyak goreng dapat membuat biaya belanja meningkat meskipun jumlah barang yang dibeli tidak berubah. Jika kenaikan terjadi pada beberapa bahan sekaligus, anggaran mingguan bisa lebih cepat habis daripada biasanya.

Untuk mengantisipasinya, kita dapat menyusun daftar belanja berdasarkan kebutuhan dan membandingkan harga di beberapa tempat. Bahan makanan juga bisa dipilih sesuai musim dan ketersediaan agar anggaran lebih terkendali. Namun, penghematan sebaiknya dilakukan dengan mengatur variasi menu, bukan mengurangi asupan gizi yang dibutuhkan keluarga.

2. Biaya makan di luar rumah

ilustrasi restoran (pexels.com/Valeria Boltneva)

Harga bahan pangan yang meningkat juga dapat mendorong pelaku usaha makanan menyesuaikan harga jual untuk menutup biaya operasional. Dampaknya bisa terasa pada pengeluaran keluarga yang sering membeli sarapan, makan siang, atau makan malam di luar rumah. Bahkan jika harga satu porsi hanya naik sedikit, akumulasi pengeluaran selama sebulan dapat menjadi cukup besar.

Kita bisa menghitung biaya makan di luar selama satu minggu untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap anggaran. Membawa bekal dari rumah beberapa kali dalam seminggu dapat menjadi pilihan jika biaya memasaknya lebih rendah. Meski begitu, perhitungkan juga biaya bahan, gas, listrik, dan waktu agar penghematan yang diperoleh benar-benar terasa.

3. Ongkos kirim dan biaya belanja online

ilustrasi belanja online (pexels.com/Atlantic Ambience)

Sebagian rumah tangga mengandalkan layanan belanja online untuk membeli bahan makanan, terutama ketika waktu untuk pergi ke pasar terbatas. Selain harga produk, total pembayaran juga mencakup ongkos kirim, biaya layanan, dan kemungkinan biaya tambahan lainnya. Ketika harga bahan makanan meningkat, biaya tambahan tersebut bisa semakin membebani anggaran belanja.

Agar lebih hemat, kita dapat membandingkan total pembayaran dengan harga di pasar atau toko terdekat sebelum melakukan transaksi. Menggabungkan kebutuhan belanja dalam satu pesanan juga bisa mengurangi frekuensi pembayaran ongkos kirim. Namun, membeli dalam jumlah besar hanya masuk akal jika barang tersebut benar-benar dibutuhkan dan dapat disimpan dengan baik.

4. Biaya gas dan kebutuhan memasak

ilustrasi memasak (pexels.com/Anna Shvets)

Ketika harga pangan naik, kita mungkin mengubah pola memasak untuk menyesuaikan anggaran. Sebagian orang bisa lebih sering memasak dalam jumlah besar sekaligus, sedangkan yang lain memilih menu yang lebih praktis atau membeli makanan siap santap. Perubahan kebiasaan tersebut dapat memengaruhi penggunaan gas, listrik, air, dan kebutuhan memasak lainnya.

Untuk mengendalikan biaya, kita dapat merencanakan menu beberapa hari sekaligus dan memasak sesuai jumlah anggota keluarga. Menyiapkan beberapa bahan dalam satu waktu juga dapat membantu mengurangi penggunaan kompor yang berulang. Meski demikian, kenaikan harga pangan tidak otomatis membuat biaya energi meningkat, sehingga pengeluaran ini tetap perlu dinilai berdasarkan kebiasaan memasak masing-masing keluarga.

5. Pengeluaran untuk makanan pengganti dan camilan

ilustrasi berbelanja (pexels.com/Gustavo Fring)

Saat harga bahan makanan tertentu naik, kita mungkin mengganti menu dengan produk lain yang dianggap lebih murah. Namun, pilihan pengganti tidak selalu menghasilkan penghematan jika kita membeli makanan kemasan, camilan, atau produk siap saji tanpa memperhitungkan total biayanya. Pengeluaran kecil untuk makanan tambahan juga bisa menumpuk jika dilakukan hampir setiap hari.

Sebelum mengganti bahan makanan, kita dapat membandingkan harga berdasarkan jumlah atau berat yang diperoleh, bukan hanya harga satu kemasan. Pilih alternatif yang tetap memenuhi kebutuhan gizi, seperti sumber protein lain yang sesuai anggaran. Dengan perencanaan menu dan pencatatan belanja, keluarga bisa lebih mudah mengetahui apakah perubahan pilihan makanan benar-benar mengurangi pengeluaran.

Kenaikan harga pangan memang dapat menekan anggaran rumah tangga, tetapi dampaknya berbeda pada setiap keluarga. Dengan memantau belanja bahan makanan, biaya makan di luar, ongkos kirim, kebutuhan memasak, dan pembelian makanan tambahan, kita dapat mengetahui bagian mana yang perlu disesuaikan terlebih dahulu. Tujuannya bukan sekadar mengurangi pengeluaran, melainkan menjaga agar kebutuhan pangan dan kondisi keuangan keluarga tetap seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article