mobil BYD (unsplash.com/Michael Förtsch)
Sementara Tesla menurun, produsen mobil China mencatat pertumbuhan signifikan. BYD — yang menjual kombinasi EV penuh dan hybrid — melaporkan kenaikan penjualan 207 persen menjadi 17.470 unit di Eropa. SAIC juga mencatat kenaikan 46 persen dengan hampir 24.000 kendaraan terjual.
Meski kinerja penjualan Tesla melemah, saham perusahaan tidak ikut tertekan. Pada Senin (24/11/2025), saham Tesla melonjak hampir 7 persen setelah Melius Research menilai produsen EV tersebut sebagai perusahaan yang “harus dimiliki” berkat upayanya dalam teknologi otonom, serta pernyataan Elon Musk tentang perkembangan chip internal Tesla.
“Salah satu alasan kami menyebut Tesla sebagai ‘harus dimiliki’ dalam laporan terbaru kami — meskipun ada banyak risiko yang jelas — adalah karena dunia akan berubah secara dramatis,” ujar Analis Rob Wertheimer, dilansir Yahoo Finance.
Ia juga menambahkan, otonomi akan segera hadir, dan itu akan mengubah segala hal dalam ekosistem berkendara. Adapun pendorong utama optimisme investor saat ini berasal dari versi terbaru perangkat lunak full self-driving (FSD) Tesla yang sudah tersedia di AS dan beberapa wilayah lain.