ilustrasi maskapai yang ada di bandara (pixabay.com/穿着拖鞋一路小跑)
Singapore Airlines mencatat load factor atau tingkat keterisian kursi pada rute menuju Eropa mencapai 93,5 persen selama bulan Maret 2026. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 79,7 persen.
"Kenaikan jumlah penumpang didorong oleh permintaan perjalanan menjelang liburan Paskah dan pengalihan rute ke Eropa karena jadwal penerbangan di wilayah Timur Tengah terganggu oleh konflik yang sedang terjadi," kata juru bicara Singapore Airlines Group, dilansir Investing.
Cathay Pacific Airways di Hong Kong turut menambah kapasitas penerbangan untuk merespons kondisi pasar. Maskapai ini memperbanyak jadwal keberangkatan ke kota-kota utama di Eropa bagi penumpang yang memilih transit di Asia Timur.
"Kami menambah jadwal dan kapasitas penerbangan ke Eropa pada bulan Maret dan April untuk melayani tingginya permintaan karena penumpang memilih rute penerbangan lain," ujar Chief Customer and Commercial Officer Cathay Pacific, Lavinia Lau, dilansir Economic Times.
Lavinia Lau memperkirakan pemesanan tiket penerbangan jarak jauh akan terus bertambah pada kuartal ini. Data dari Bandara Internasional Incheon di Seoul juga menunjukkan pergeseran titik transit dengan bertambahnya penumpang transfer menuju Eropa. Korean Air mencatat pendapatan dari rute Eropa naik 18 persen dibandingkan tahun lalu.
Analis penerbangan menilai peralihan ini menunjukkan kehati-hatian penumpang terhadap risiko pembatalan atau keterlambatan jadwal di bandara kawasan Teluk, seperti Dubai dan Doha.
Qantas, maskapai asal Australia, juga menyesuaikan rute internasionalnya untuk memenuhi permintaan perjalanan ke Eropa. Qantas mengalihkan sebagian armada dari rute domestik dan trans-Pasifik guna menambah kapasitas kursi ke rute Eropa.