Rusia menetapkan aturan operasional ketat bagi penyedia teknologi kecerdasan buatan asing melalui pengawasan data yang menyeluruh. Berdasarkan draf aturan Kementerian Pengembangan Digital, setiap platform AI internasional dengan lebih dari 500 ribu pengguna aktif harian wajib menempatkan seluruh data warga Rusia di server fisik dalam negeri. Kewajiban ini mencakup penyimpanan pertanyaan pengguna, rekaman percakapan, hingga profil pribadi minimal selama tiga tahun agar bisa diakses otoritas keamanan jika diperlukan.
Definisi hukum mengenai teknologi lintas batas kini diperluas untuk mencakup pengiriman data yang dianggap bisa mengancam keamanan informasi nasional. Pengacara spesialis teknologi, Kirill Dyakov menjelaskan, aturan ini menyasar model AI buatan Amerika Serikat (AS) karena sistem dasarnya mengirimkan data ke luar negeri.
"Yang dimaksud teknologi AI lintas batas adalah semua model asing seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini, yang mengirimkan data serta percakapan pengguna ke pengembang di luar Rusia," ujar Dyakov, dilansir Fine Day Radio.
Ketentuan teknis ini menjadi hambatan besar bagi perusahaan teknologi asing yang sebelumnya sering menolak tuntutan penyimpanan data di Rusia. Jika tidak mematuhi protokol ini, regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, memiliki dasar hukum kuat untuk memblokir akses secara total di seluruh wilayah Rusia. Langkah ini menunjukkan transisi Rusia menuju model internet tertutup yang mirip dengan sistem di China untuk mengontrol arus informasi global.
Kebijakan ini juga bertujuan mengawasi algoritma agar tidak terjadi manipulasi opini publik secara terselubung. Kementerian Pengembangan Digital menegaskan, kontrol terhadap teknologi lintas batas diperlukan untuk mencegah eksploitasi data oleh pihak asing yang merugikan keamanan nasional. Melalui aturan ini, perusahaan teknologi global harus memilih untuk tunduk pada hukum Rusia atau kehilangan akses pasar di wilayah tersebut.
Penerapan regulasi ini diperkirakan mulai berjalan tahun depan setelah melalui proses persetujuan akhir pemerintah. Otoritas Rusia yakin kendali penuh atas data AI sangat penting untuk melindungi negara dari ancaman siber dan spionase teknologi asing.