AS Izinkan India Impor Minyak Rusia demi Jaga Stok Dunia

- Pemerintah AS memberi izin sementara bagi India membeli minyak mentah Rusia untuk menjaga kestabilan pasokan energi global di tengah krisis akibat konflik di Teluk Persia.
- Konflik bersenjata di Teluk Persia menutup Selat Hormuz, menghambat distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi internasional.
- Pakar menilai kebijakan pelonggaran ini hanya solusi jangka pendek karena pasokan dari kawasan Teluk masih terganggu dan belum mampu menutupi kebutuhan global sepenuhnya.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi memberikan izin sementara kepada perusahaan penyulingan di India untuk meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia. Langkah darurat ini diambil sebagai respons terhadap konflik militer di kawasan Teluk Persia yang telah mengganggu arus pasokan energi dunia secara besar-besaran.
Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam strategi luar negeri AS. Selama beberapa bulan terakhir, Washington terus membujuk India agar mengurangi ketergantungan energi dari Rusia. Namun, ketidakpastian keamanan di jalur pelayaran penting memaksa Amerika untuk melonggarkan aturan tersebut demi menjaga kestabilan pasar internasional.
1. AS beri izin khusus India untuk membeli minyak Rusia demi jaga pasokan energi dunia
Departemen Keuangan AS resmi memberikan pelonggaran sementara terhadap sanksi minyak Rusia. Izin khusus ini berlaku bagi minyak mentah yang sudah dimuat ke kapal tanker sebelum Kamis (5/3/2026), untuk dikirim langsung ke India guna memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mendesak. Kebijakan darurat ini hanya berlaku dalam waktu singkat dan akan berakhir secara otomatis pada 4 April 2026 mendatang.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menjelaskan, langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan minyak dunia yang sedang tertekan akibat krisis di Timur Tengah. Menurutnya, izin ini tidak akan memberikan keuntungan besar bagi pemerintah Rusia karena hanya berlaku untuk muatan minyak yang saat ini sudah berada di laut.
"Untuk memungkinkan minyak tetap mengalir ke pasar global, Departemen Keuangan mengeluarkan pengabaian sementara selama 30 hari guna mengizinkan penyulingan India membeli minyak Rusia," kata Bessent, dilansir The Guardian.
Keputusan Washington ini membawa kabar baik bagi industri pengolahan minyak di India yang sedang kesulitan mendapatkan pasokan. Saat ini, tercatat ada sekitar 22 juta barel minyak Rusia yang tertahan di perairan Asia, termasuk di dekat Singapura dan India, karena ketidakpastian hukum.
2. Konflik Teluk Persia tutup Selat Hormuz dan ganggu pasokan energi dunia
Konflik bersenjata yang pecah di Teluk Persia telah mengguncang pasokan energi dunia setelah Iran menutup total Selat Hormuz. Jalur laut ini sangat penting karena menyalurkan sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia. Akibatnya, pengiriman minyak dari negara-negara besar seperti Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menjadi terhambat, sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan energi internasional.
Menteri Minyak dan Gas Bumi India, Hardeep Singh Puri memastikan, cadangan energi negaranya masih dalam kondisi aman di tengah situasi darurat ini. Dalam rapat bersama parlemen, ia menjelaskan bahwa India telah menyiapkan simpanan minyak untuk menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah India merasa yakin bahwa izin tambahan untuk membeli minyak dari Rusia akan membantu menutupi kekurangan pasokan untuk sementara waktu.
"Cadangan minyak darurat India bisa mencukupi kebutuhan selama 74 hari jika terjadi gangguan dunia dalam bentuk apa pun," kata Hardeep Singh Puri, dilansir Hindustan Times.
3. Pakar ingatkan bantuan minyak Rusia hanya solusi sementara
Kebijakan terbaru AS yang memberikan izin bagi India untuk membeli minyak dari Rusia diambil untuk mencegah krisis ekonomi di New Delhi, yang merupakan mitra penting bagi Amerika, sekaligus menjaga agar harga bensin di AS tetap stabil. Meskipun sebelumnya sempat memberikan pajak impor yang tinggi, Amerika kini melonggarkan aturan tersebut agar pasokan energi tetap berjalan.
"India adalah mitra penting AS, dan kami sepenuhnya mengantisipasi bahwa New Delhi akan meningkatkan pembelian minyak AS," kata Bessent.
Meskipun kebijakan ini memberikan napas lega, para pengamat memperingatkan, izin selama 30 hari ini hanyalah solusi jangka pendek. Masalah utama sebenarnya adalah macetnya pengiriman minyak dalam jumlah besar dari kawasan Teluk Persia akibat konflik yang masih berlangsung. Warren Patterson, seorang pakar ekonomi, menilai, tambahan minyak dari Rusia belum cukup untuk menutupi kerugian akibat krisis di Timur Tengah.
"Ini mungkin dapat meredakan tekanan di pasar dalam jangka pendek, tetapi pada akhirnya dengan hilangnya pasokan Teluk Persia hingga 20 juta barel per hari, ini bukan pengubah keadaan bagi pasar," kata Patterson.


















