Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PM Modi Umumkan Perdagangan Bilateral India-Indonesia Tembus US$25 Miliar
Joint press statement Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • PM India Narendra Modi menegaskan komitmen memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai hampir 25 miliar dolar AS pada 2025.

  • Lebih dari 100 perusahaan India telah beroperasi di Indonesia, menunjukkan peningkatan kerja sama bisnis antara kedua negara.

  • Modi menyebut India dan Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang baru bagi masyarakat muda dan ekonomi yang tumbuh cepat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyampaikan komitmennya untuk memperkuat hubungan bilateral bersama Indonesia dalam aspek ekonomi. Perdagangan bilateral India-Indonesia pada 2025 disebut telah mencapai hampir 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Modi menegaskan, India dan Indonesia sudah bersepakat untuk menjadi mitra bersama. Niat baik dan kepercayaan antara kedua negara harus diubah menjadi peluang baru bagi rakyat kedua negara.

"Niat baik dan kepercayaan antara India dan Indonesia harus diubah menjadi peluang baru bagi rakyat kita. Tahun lalu, perdagangan bilateral antara dua negara mencapai hampir 25 miliar dolar," kata Narendra Modi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2027).

Modi menambahkan, lebih dari 100 perusahaan India telah beroperasi di Indonesia. Karena itu, ia menegaskan, India dan Indonesia bertekad untuk membuat kemajuan signifikan. Namun peluang yang lebih besar dan tak terbatas tengah menanti kedua negara.

"Kita dapat menjadi mitra dalam mewujudkan aspirasi-aspirasi ini. Kita termasuk dalam jajaran masyarakat termuda di dunia. Kita di antara ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article