Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Prabowo meresmikan Infrastruktur Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Senin (12/1/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo meresmikan Infrastruktur Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Senin (12/1/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Intinya sih...

  • Presiden Prabowo heran dengan impor ikan di Indonesia, meskipun mayoritas wilayahnya adalah laut.

  • Prabowo menyentil pihak yang memainkan harga barang impor, menyebabkan harga lebih mahal dari seharusnya.

  • Prabowo memberi peringatan kepada pemerintah dan BUMN untuk tidak suka mencuri uang rakyat melalui praktik mark-up.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto merasa heran, Indonesia mayoritas wilayahnya adalah laut, tapi ada impor ikan. Oleh karena itu, Prabowo meminta jangan sampai ada mafia yang mengganggu kemampuan pemerintah dalam mengelola kekayaan negara dengan benar.

"Saya tidak mengerti apa sudah dibeli oleh bangsa lain, akhirnya berusaha menggagalkan kemampuan kita sendiri, menggagalkan prestasi kita sendiri. Kita dibuat tergantung impor beras, impor garam, negara tiga perempatnya laut, impor ikan, luar biasa," ujar Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Presiden Prabowo kemudian menyentil pihak yang suka memainkan harga barang impor. Sehingga, ketika barang impor itu masuk ke Indonesia, harganya bisa diterima lebih mahal dari yang seharusnya.

"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo memberi peringatan kepada pemerintah dan BUMN untuk tidak suka mencuri uang rakyat. Menurutnya, praktik markup itu seperti mencuri di siang bolong.

"Praktik-praktik mark-up, penipuan, mark-up itu adalah penipuan dan pencurian, mencuri di siang bolong. Dan sekarang teknologi, sekarang ada, sehingga cepat ketahuan kalau markup," kata dia.

Prabowo mengatakan, apabila ada pejabat yang melakukan praktik lama, itu merupakan tindakan yang keliru. Prabowo kemudian mengingatkan kepada direksi PT Pertamina (Persero) untuk bekerja dengan baik.

"Kalau ada pejabat yang ingin melaksanakan praktik-praktik lama, saya kira sangat keliru. Kita prihatin, saya tidak tahu berapa direksi Pertamina yang sudah masuk penjara, saya tidak tahu. Karena negara dan bangsa membutuhkan dan menuntut manajemen yang terbaik," ucap dia.

Editorial Team