Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Sentil Orang Pintar Tapi Suka Manipulasi Harga Impor

IMG-20260112-WA0032.jpg
Presiden RI, Prabowo Subianto saat izin menyeruput kopi di tengah pidato (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya sih...
  • Presiden Prabowo menyentil pihak yang manipulasi harga barang impor, menyebutnya sebagai tindakan serakah dan mencuri di siang bolong.
  • Prabowo memberi peringatan kepada pemerintah dan BUMN untuk tidak suka mencuri uang rakyat melalui praktik mark-up yang dianggapnya sebagai penipuan.
  • Prabowo mengingatkan direksi PT Pertamina (Persero) untuk bekerja dengan baik, serta meminta Danantara membersihkan setiap perusahaan BUMN yang ada kebocoran anggaran.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyentil pihak yang suka memainkan harga barang impor. Sehingga, ketika barang impor itu masuk ke Indonesia, harganya bisa diterima lebih mahal dari yang seharusnya.

"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan kutip. Sehingga, ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat," ujar Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo memberi peringatan kepada pemerintah dan BUMN untuk tidak suka mencuri uang rakyat. Menurutnya, praktik mark-up itu seperti mencuri di siang bolong.

"Praktik-praktik mark-up, penipuan. Mark-up itu adalah penipuan dan pencurian. Mencuri di siang bolong! Dan sekarang teknologi, sekarang ada, sehingga cepat ketahuan kalau mark-up," kata dia.

Prabowo mengatakan, apabila ada pejabat yang melakukan praktik lama, itu merupakan tindakan yang keliru. Prabowo kemudian mengingatkan kepada direksi PT Pertamina (Persero) untuk bekerja dengan baik.

"Kalau ada pejabat yang ingin melaksanakan praktik-praktik lama, saya kira sangat keliru. Kita prihatin, saya tidak tahu berapa direksi Pertamina yang sudah masuk penjara. Saya tidak tahu. Karena negara dan bangsa membutuhkan dan menuntut manajemen yang terbaik," ucap dia.

Prabowo kemudian menyinggung, apabila ada pimpinan yang melakukan praktik korupsi, anak buah biasanya langsung mengetahui. Prabowo sudah meminta Danantara untuk membersihkan setiap perusahaan BUMN yang ada kebocoran anggaran.

"Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More

Komisi II DPR: RUU Pilkada Belum Masuk Prolegnas

13 Jan 2026, 12:26 WIBNews