Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Prabowo Subianto membuka retret Kabinet Merah Putih jilid II di kediaman pribadinya di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto membuka retret Kabinet Merah Putih jilid II di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Intinya sih...

  • Prabowo Subianto menyatakan cadangan beras di gudang pemerintah saat ini lebih dari 3 juta ton, melampaui rekor era Soeharto.

  • Pernyataan tersebut disampaikan saat taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam agenda retreat pemerintahan di Hambalang, Jawa Barat.

  • Capaian cadangan beras saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan cadangan beras yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam agenda retreat pemerintahan di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026).

"Saya juga cukup merasa besar hati, bangga, bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia," katanya.

Menurut Prabowo, capaian cadangan beras saat ini melampaui rekor yang pernah dicapai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pada periode tersebut, stok beras pemerintah disebut sempat berada di kisaran 2 juta ton.

Sementara itu, Prabowo mengatakan, cadangan beras yang dikuasai pemerintah saat ini telah melampaui angka 3 juta ton. Dia menyebut jumlah tersebut menjadi yang terbesar yang pernah dicapai.

"Di pemerintahan Presiden Soeharto, kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton. Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," ujarnya.

Editorial Team