Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). (IDN Times/Aditya Mustaqim)
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman mengungkapkan sejumlah tahapan penting telah dilewati untuk menjamin proyek berjalan lancar. Salah satunya adalah pengoperasian awal unit utama pengolahan, yaitu Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex RDMP Balikpapan, yang telah dilakukan sejak 10 November 2025.
Taufik menjelaskan, RFCC adalah unit krusial kilang untuk menghasilkan produk dengan standar kualitas setara Euro V. Unit tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam domestik.
"Ini merupakan tahapan penting yang telah dilalui KPI dan Pertamina dalam pengoperasian RDMP Balikpapan. RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam dalam negeri," ucap Taufik.
Selain memproduksi BBM ramah lingkungan, Taufik menjamin Kilang Balikpapan nantinya juga akan mengolah residu untuk menghasilkan produk industri kimia bernilai tinggi.
Produk tersebut antara lain propylene dan ethylene, yang sangat dibutuhkan oleh industri petrokimia dalam negeri sebagai bahan baku. Selama ini, pasokan bahan baku tersebut masih dipenuhi melalui impor.