Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Resmikan Modernisasi Kilang Balikpapan Hari Ini
Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). (IDN Times/Fauzan)

Intinya sih...

  • Modernisasi kilang di Balikpapan tekan impor BBM

  • Unit utama RFCC sudah beroperasi awal

  • Proyek RDMP Balikpapan sempat terkendala

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan proyek modernisasi Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero), yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Saya harus ada acara lagi di Balikpapan meresmikan suatu kilang, suatu modernisasi kilang minyak di Balikpapan," kata Prabowo dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

1. Modernisasi kilang diklaim tekan impor BBM

Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) meninjau langsung perkembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Jumat (25/7/2025). Foto Pertamina

Prabowo menyatakan, modernisasi kilang minyak di Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan devisa negara. Dengan kapasitas dan teknologi pengolahan yang lebih baik, kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) dapat ditekan.

"Dengan modernisasi kilang minyak ini kita akan menghemat devisa yang banyak. Kita tidak perlu lagi impor impor terlalu banyak BBM," tambah Prabowo.

2. Unit utama RFCC sudah beroperasi awal

Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman mengungkapkan sejumlah tahapan penting telah dilewati untuk menjamin proyek berjalan lancar. Salah satunya adalah pengoperasian awal unit utama pengolahan, yaitu Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex RDMP Balikpapan, yang telah dilakukan sejak 10 November 2025.

Taufik menjelaskan, RFCC adalah unit krusial kilang untuk menghasilkan produk dengan standar kualitas setara Euro V. Unit tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam domestik.

"Ini merupakan tahapan penting yang telah dilalui KPI dan Pertamina dalam pengoperasian RDMP Balikpapan. RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam dalam negeri," ucap Taufik.

Selain memproduksi BBM ramah lingkungan, Taufik menjamin Kilang Balikpapan nantinya juga akan mengolah residu untuk menghasilkan produk industri kimia bernilai tinggi.

Produk tersebut antara lain propylene dan ethylene, yang sangat dibutuhkan oleh industri petrokimia dalam negeri sebagai bahan baku. Selama ini, pasokan bahan baku tersebut masih dipenuhi melalui impor.

3. Proyek RDMP Balikpapan sempat terkendala

Potret proyek RDMP di Balikpapan. (Dok. Pertamina)

Pembangunan proyek RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur ternyata mengalami keterlambatan yang disebabkan oleh kontraktor. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, di mana Anggota Komisi VI Khilmi menyoroti masalah yang ada di Pertamina.

Khilmi menegaskan Pertamina berani menindak kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan.

"Saya salut ini kepada Pertamina yang berani melawan kontraktor yang tidak mau menyelesaikan permasalahan ini. Hyundai, Pak ya? Hyundai yang dari Korea?" tanya Khilmi kepada direksi Pertamina.

Kontraktor yang dimaksud dipastikan adalah konsorsium Joint Operation (JO) yang di dalamnya terdapat perusahaan Korea, yaitu Hyundai.

"Joint operation salah satunya Hyundai," jawab Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Editorial Team