RI Mulai Setop Impor Solar Setelah RDMP Balikpapan Diresmikan

- RDMP Balikpapan akan diresmikan bulan ini.
- Impor solar tak lagi dilakukan di awal 2026.
- SPBU swasta sudah diimbau setop impor solar.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah menargetkan rencana setop impor solar bisa dilakukan mulai kuartal II-2026. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan hal itu bisa dilakukan setelah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) diresmikan.
“Solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi. Jadi kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah beroperasinya RDMP Balikpapan,” kata Laode di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026).
1. RDMP Balikpapan bakal diresmikan bulan ini

Laode mengatakan, RDMP Balikpapan bakal diresmikan bulan ini. Peresmian RDMP itu awalnya direncanakan pada pertengahan Desember 2025 lalu oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Tunggu saja. Insyallah di bulan Januari ini,” ujar Laode.
Laode mengatakan, proyek yang digarap oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) itu bakal menjadi tulang punggung BBM nasional, terutama dalam upaya menghentikan impor solar.
Sebagai informasi, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi Kilang Balikpapan menjadi 360 barel per hari.
“Kita perlu kejar karena kita berharap kekuatan dari RDMP ini akan menjadi tulang punggung kita untuk bebas dari impor solar tahun 2026. Itu yang kita andalkan adalah RDMP,” ucap Laode.
2. Impor solar tak lagi dilakukan di awal 2026 ini

Laode mengatakan, pasokan BBM untuk Januari-Maret 2026 bisa dipenuhi dengan sisa stok di 2025. Mulai April 2026, kebutuhan solar dalam negeri bakal dipasok dari RDMP Balikpapan.
“Sampai dengan Februari-Maret, kita masih menggunakan kuota tahun 2025 kemarin. Nanti bulan April baru kita pakai (dari RDMP Balikpapan),” tutur Laode.
3. SPBU swasta sudah diimbau setop impor solar

Laode memastikan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke SPBU swasta bahwa impor solar dihentikan tahun ini.
“Kan Pertamina perlu menyiapkan stok. Jadi begitu sudah berproduksi, stok disiapin, berapa hari, kemudian juga menyiapkan pelabuhannya di mana nantinya swasta-swasta itu akan mengambil. Ketika semuanya sudah siap, baru kita laksanakan,” ujar Laode.



















