Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Prabowo di WEF 2026
Presiden Prabowo Subianto saat pidato dalam Word Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Intinya sih...

  • IMF menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026.

  • Inflasi nasional berada di bawah 2 persen, sementara defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menjadi “titik terang” di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlanjut. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dengan merujuk penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai global bright spot di tengah situasi eksternal yang menantang.

Prabowo menyampaikan penilaian tersebut saat memberikan pidato pada pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Menurut dia, pengakuan lembaga internasional terhadap Indonesia didasarkan pada kinerja ekonomi yang tetap terjaga di tengah perlambatan global.

1. IMF nilai Indonesia sebagai ‘global bright spot’

logo Dana Moneter Internasional (IMF) (imf.org)

Dalam pidatonya, Prabowo mengutip pernyataan IMF yang disampaikan pada November 2025. Lembaga keuangan global tersebut menilai Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global’ dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah situasi eksternal yang menantang,” ujar Prabowo.

Berdasarkan penilaian IMF, ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5 persen sepanjang 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026. Prabowo menegaskan bahwa capaian tersebut terjadi ketika banyak negara menghadapi tekanan dari konflik geopolitik, inflasi global, serta ketidakpastian pasar keuangan.

2. Pertumbuhan, inflasi, dan defisit dinilai terkendali

Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis. (IDN Times/Alya Achyarini)

Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tercermin tidak hanya dari pertumbuhan, tetapi juga dari stabilitas indikator makro lainnya. Ia menyebut inflasi nasional masih berada di bawah 2 persen, sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Prabowo, pengakuan lembaga internasional muncul karena adanya bukti nyata dari pengelolaan ekonomi nasional. “Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa stabilitas tersebut merupakan hasil dari kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan secara konsisten serta koordinasi antarotoritas dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.

3. Stabilitas ekonomi disebut lahir dari pilihan persatuan

Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis. (IDN Times/Alya Achyarini)

Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan. Menurutnya, stabilitas tersebut berkaitan dengan pilihan politik dan sosial Indonesia yang mengedepankan persatuan serta kerja sama.

“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga,” pungkas Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global yang hadir dalam forum WEF 2026, yang tahun ini banyak membahas tantangan geopolitik dan fragmentasi ekonomi dunia.

4. Peran Indonesia di forum global Davos

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis (22/1/2026) di Davos, Swiss. (dok. BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Selain membahas kondisi ekonomi nasional, kehadiran Prabowo di Davos juga ditandai dengan keterlibatan Indonesia dalam isu perdamaian global. Pada hari yang sama, Prabowo menandatangani Piagam Board of Peace (BoP), sebuah badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.

Board of Peace merupakan badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025). Mandat utamanya meliputi pengawasan gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi Gaza.

Keikutsertaan Indonesia dalam BoP disebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia dan mendorong penyelesaian konflik secara damai sesuai hukum internasional.

5. Prabowo sebut peluang perdamaian Gaza terbuka

Sesi Board of Peace, di World Economic Forum (WEF) 2026, dibuka oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (IDN Times/Uni Lubis)

Usai penandatanganan Piagam BoP, Prabowo menyampaikan pandangannya terkait situasi Gaza. “Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujarnya kepada awak media.

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan ke Gaza mulai mengalir dan menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam forum tersebut. “Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk, sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” tegas Prabowo.

Kehadiran Indonesia dalam forum ekonomi dan diplomasi global tersebut menandai posisi Indonesia yang aktif menyuarakan stabilitas ekonomi sekaligus keterlibatan dalam isu perdamaian internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team