Momen Prabowo Batuk saat Pidato di WEF Davos

- Prabowo Subianto menyampaikan pidato di WEF Davos selama 40 menit, membahas capaian pemerintahannya dan proyek unggulannya.
- Prabowo mengalami batuk saat pidato namun tetap melanjutkan pembahasannya tentang integrasi perdagangan antar negara.
- Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan untuk membangun kerja sama dan menjadi sahabat serta tetangga yang baik bagi semua negara.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato selama sekitar 40 menit di atas panggung Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 20206 di Swiss, Davos, Kamis (22/1/2026).
Saat diminta ke podium, Prabowo tampak berjalan dengan tenang, namun sigap. Dia menyampaikan pidato dengan lantang dan menggebu-gebu.
Ada banyak hal, terutama capaian pemerintahannya selama 16 bulan bekerja. Dari sisi ekonomi, Prabowo menyampaikan Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, dengan angka inflasi dipertahankan di level 2 persen, dan defisit APBN di bawah 3 persen.
Dia juga menjelaskan proyek-proyek unggulannya, seperti Danantara, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Saat membahas tentang capaian Indonesia dalam menambah mitra perdagangan, Prabowo sempat batuk dan menyeka hidungnya dengan tisu.
“Mohon maaf,” ucap Prabowo.
Tak lama, dia langsung melanjutkan pidatonya soal integrasi perdagangan antarberbagai negara. Menurutnya, intergasi adalah alat untuk meraih kemakmuran, bukan ancaman.
“Kami percaya bahwa integrasi perdagangan, jika dilakukan secara adil, bukanlah ancaman terhadap kedaulatan. Kami percaya perdagangan adalah alat untuk kemakmuran,” ujar dia.
Prabowo menekankan, keterbukaan dari sisi perdagangan bukanlah hal yang ditakuti Indonesia. Sebab, Indonesia menekankan pada konsep saling menguntungkan.
“Kita sekarang menyimpulkan perjanjian dagang bukan karena sedang tren, tetapi karena kita menganggapnya perlu,” tutur Prabowo.
Prabowo menutup pidatonya dengan mengajak semua negara membangun kerja sama, menjadi sahabat dan tetangga yang baik.
“Seribu sahabat terlalu sedikit bagi kita, satu musuh terlalu banyak. Kita ingin menjadi tetangga yang baik, warga dunia yang bertanggung jawab dan baik,” kata Prabowo.
Dia juga mengajak semua pihak yang ada di Annual Meeting itu untuk menghadiri pertemuan Ocean Impact Summit 2026 yang akan digelar di Bali pada Juni mendatang.
“Saya berharap dapat bertemu semua orang di ruangan ini di Indonesia. Karena di Bali pada bulan Juni ini kita akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit pertama bersama dengan WEF yang disponsori Indonesia bersama dengan partisipasi penting dari Bapak Ray Dalio dan OceanX,” ucap Prabowo.
















