Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Produk Private Label Supermarket Bisa Dijual Murah
ilustrasi kemasan produk (pexels.com/Kenneth Surillo)
  • Produk private label supermarket dapat dijual lebih murah karena biaya pemasaran lebih rendah, memanfaatkan rak toko, katalog, aplikasi belanja, dan program loyalitas sendiri.
  • Supermarket dapat bekerja langsung dengan produsen, memangkas perantara distribusi, serta memesan dalam volume besar untuk menurunkan biaya produksi per unit.
  • Kemasan private label cenderung sederhana, sementara supermarket mengendalikan penempatan dan promosi produknya sendiri sehingga biaya dapat ditekan tanpa menghilangkan margin keuntungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat berbelanja di supermarket, mungkin pernah terlihat produk dengan merek milik supermarket yang harganya lebih rendah dibandingkan dengan merek terkenal, meski jenis barang dan ukurannya hampir sama. Produk seperti beras, tisu, air mineral, makanan ringan, hingga kebutuhan rumah tangga tersebut umumnya termasuk kategori private label. Selisih harganya bahkan terkadang cukup besar sehingga menarik perhatian konsumen yang sedang berusaha menekan pengeluaran.

Harga murah produk private label bukan berarti supermarket sekadar mengorbankan keuntungan demi menarik pembeli. Ada model bisnis dan struktur biaya yang berbeda yang memungkinkan produk tersebut sampai ke rak dengan harga lebih kompetitif dibandingkan dengan produk dari merek nasional. Kalau sering penasaran mengapa produk private label supermarket bisa dijual murah, yuk, pahami beberapa alasannya berikut ini!

1. Biaya pemasaran relatif lebih rendah

ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Tianwang Xiao)

Merek besar biasanya mengeluarkan biaya pemasaran yang gak sedikit untuk menjaga produknya tetap dikenal konsumen. Iklan televisi, promosi digital, kampanye media sosial, sampai kerja sama dengan figur publik dapat menjadi bagian dari anggaran pemasaran suatu produk. Berbagai pengeluaran tersebut pada akhirnya ikut diperhitungkan dalam struktur biaya dan harga jual barang.

Produk private label punya keuntungan karena supermarket sudah memiliki tempat untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen. Rak toko, katalog promosi, aplikasi belanja, sampai program loyalitas dapat dimanfaatkan sebagai saluran pemasaran tanpa perlu membangun eksistensi merek dari nol. Efisiensi tersebut membantu menekan biaya promosi sehingga supermarket memiliki ruang lebih besar untuk menawarkan harga yang kompetitif.

2. Rantai distribusi dapat dibuat lebih pendek

ilustrasi truk distribusi (pexels.com/Efrem Efre)

Produk dari merek nasional dapat melewati sejumlah tahapan sebelum akhirnya tersedia di rak supermarket. Produsen, distributor, dan pengecer mempunyai peran masing-masing dalam rantai pasok, sementara setiap tahapan dapat membawa biaya operasional serta margin tersendiri. Semakin panjang proses distribusinya, semakin banyak pula komponen biaya yang berpotensi masuk ke harga akhir.

Pada produk private label, supermarket dapat bekerja langsung dengan produsen yang memproduksi barang berdasarkan spesifikasi dan jumlah yang telah disepakati. Pola tersebut memungkinkan beberapa tahapan perantara dikurangi sehingga distribusi menjadi lebih sederhana dan efisien. Biaya yang berhasil ditekan kemudian memberi kesempatan bagi supermarket untuk menetapkan harga jual lebih rendah tanpa harus menghilangkan margin keuntungan.

3. Kemasan cenderung lebih sederhana

ilustrasi kemasan produk (pexels.com/Yuwanda Sandhi)

Kemasan bukan sekadar wadah untuk melindungi barang, karena desainnya juga menjadi bagian penting dalam persaingan antarproduk. Merek terkenal dapat mengeluarkan biaya besar untuk riset desain, material tertentu, pembaruan identitas visual, serta berbagai elemen yang membuat produknya menonjol di rak. Biaya tersebut terlihat kecil jika dihitung per barang, tetapi nilainya dapat menjadi signifikan ketika produksi mencapai jutaan unit.

Produk private label umumnya gak memiliki kebutuhan sebesar itu untuk bersaing melalui kemasan yang kompleks. Desain dapat dibuat lebih sederhana dengan tetap memenuhi kebutuhan informasi, fungsi, keamanan, dan identitas produk. Penghematan pada aspek kemasan membantu menurunkan biaya produksi sekaligus mempertahankan fungsi utama barang yang diterima konsumen.

4. Produksi dalam jumlah besar menekan biaya per unit

ilustrasi produksi produk (pexels.com/Vladimir Srajber)

Supermarket memiliki data penjualan yang dapat membantu memperkirakan permintaan konsumen terhadap berbagai kategori barang. Informasi tersebut berguna ketika supermarket menentukan jumlah pesanan produk private label kepada produsen. Pesanan dalam volume besar memberikan peluang untuk memperoleh biaya produksi per unit yang lebih rendah karena proses produksi dapat berjalan dalam skala yang lebih efisien.

Keuntungan skala tersebut dikenal dalam bisnis sebagai economies of scale, yakni kondisi ketika biaya rata-rata per unit dapat menurun seiring meningkatnya skala produksi. Produsen dapat memanfaatkan kapasitas mesin, bahan baku, tenaga kerja, dan proses pengemasan secara lebih optimal untuk memenuhi pesanan besar. Efisiensi inilah yang memberi supermarket ruang untuk menawarkan harga lebih terjangkau sekaligus tetap memperoleh keuntungan dari setiap produk yang terjual.

5. Supermarket mengendalikan penempatan produknya sendiri

ilustrasi produk susu di supermarket (pexels.com/Nothing Ahead)

Merek dari luar supermarket harus bersaing untuk mendapatkan perhatian konsumen di antara banyak produk sejenis yang memenuhi rak. Posisi rak yang strategis, promosi khusus, dan berbagai bentuk visibilitas di dalam toko memiliki nilai komersial tersendiri dalam bisnis ritel. Produk private label berada dalam posisi berbeda karena supermarket merupakan pemilik merek sekaligus pihak yang mengendalikan ruang penjualannya.

Supermarket dapat menempatkan produknya di lokasi yang mudah terlihat tanpa bergantung sepenuhnya pada strategi promosi eksternal. Kendali tersebut juga memungkinkan promosi dilakukan secara terintegrasi dengan program diskon, katalog, atau penataan kategori barang di dalam toko. Dengan struktur pemasaran dan penjualan yang lebih terkendali, produk private label dapat bersaing melalui harga tanpa harus menanggung sebagian biaya yang biasanya dihadapi merek lain.

Produk private label supermarket bisa dijual murah pada dasarnya lahir dari model bisnis yang mampu memangkas berbagai komponen biaya. Efisiensi pemasaran, rantai distribusi yang lebih sederhana, produksi berskala besar, hingga kendali supermarket terhadap penjualan membuat harga produk dapat ditekan. Jadi, harga lebih rendah gak selalu menunjukkan kualitas yang lebih buruk karena strategi bisnis di balik produk juga memiliki pengaruh besar terhadap angka yang akhirnya terlihat pada label harga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article