Lahan pertanian di Desa Kabar Kecamatan Sakra Lotim saat ditanami padi (IDN Times/Ruhaili)
Di sisi lain, produktivitas padi nasional juga mengalami peningkatan, yang turut mendukung kenaikan produksi gabah. Pada Gabah Kering Panen (GKP), rata-rata produktivitas padi nasional 2025 tercatat 63,55 kuintal per hektare (ha), meningkat 0,34 kuintal per ha atau 0,53 persen dibandingkan 2024.
"Dalam kualitas gabah kering panen (GKP), rata-rata produktivitas padi nasional tahun 2025 tercatat 63,55 kuintal per hektare," papar Ateng.
Sementara itu, pada GKG, produktivitas padi 2025 tercatat 53,18 kuintal per hektare, meningkat 0,28 kuintal per ha dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian dalam kualitas GKG, rata-rata produktivitas pada 2025 diperkirakan mencapai 53,18 kuintal per ha.
Kombinasi antara luas tanam yang lebih besar, luas panen yang meningkat, serta produktivitas yang membaik akhirnya berkontribusi pada kenaikan produksi beras nasional.
"Pada bulan Desember 2025, produksi beras tercatat mencapai 1,41 juta ton, meningkat 22,19 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat sebesar 1,15 juta ton," ucapnya.
BPS memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut pada awal 2026. Pada periode Januari hingga Maret 2026, potensi produksi beras diperkirakan mencapai 10,16 juta ton, atau mengalami kenaikan sebesar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Namun, Ateng mengingatkan bahwa angka proyeksi tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah tergantung pada kondisi di lapangan.
"Potensi produksi bisa berubah tergantung pada faktor-faktor seperti serangan hama, banjir, kekeringan, serta waktu panen petani," ujarnya.