Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BPS Proyeksi Produksi Beras Kuartal I-2026 Capai 10,16 Juta Ton

Pedagang beras di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)
Pedagang beras di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)
Intinya sih...
  • Perubahan potensi beras dipengaruhi serangan hama hingga kekeringan: Perubahan potensi produksi beras dapat dipengaruhi oleh serangan hama, banjir, kekeringan, dan pergeseran waktu panen yang dilakukan petani.
  • Potensi luas panen padi periode Januari-Maret capai 3,28 juta hektare: Potensi luas panen padi pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare, meningkat 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional pada Kuartal I-2026 mencapai 10,16 juta ton. Perkiraan tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 15,79 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 8,78 juta ton.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan, potensi produksi tersebut bersifat sementara dan dapat berubah, tergantung pada kondisi pertanaman padi selama periode Januari–Maret 2026.

“Potensi produksi beras untuk periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton, atau meningkat sekitar 1,39 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).

1. Perubahan potensi beras dipengaruhi serangan hama hingga kekeringan

BPS Proyeksi Produksi Beras Kuartal I-2026 Capai 10,16 Juta Ton
Ilustrasi beras (dok. Bulog)

Ateng menambahkan, perubahan potensi produksi dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain serangan hama dan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, serta pergeseran waktu panen yang dilakukan petani.

Sebagai catatan, BPS mencatat, produksi beras pada Desember 2025 mencapai 1,41 juta ton, naik 22,19 persen yoy. Sementara itu, secara kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025, produksi beras nasional sebanyak 34,69 juta ton, meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen secara tahunan.

2. Potensi luas panen padi periode Januari-Maret capai 3,28 juta hektare

BPS Proyeksi Produksi Beras Kuartal I-2026 Capai 10,16 Juta Ton
Gudang beras bulog di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Lebih rinci, peningkatan produksi beras tersebut sejalan dengan potensi luas panen padi pada periode Januari–Maret 2026 yang diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare (ha). Angka ini meningkat 0,44 juta hektar atau 15,32 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat seluas 2,84 juta ha.

Di sisi lain, potensi produksi padi pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG). Proyeksi ini meningkat sebesar 2,41 juta ton GKG atau 15,80 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 15,24 juta ton GKG.

3. Potensi panen kuartal I masih terkonsentrasi di Jawa

BPS Proyeksi Produksi Beras Kuartal I-2026 Capai 10,16 Juta Ton
Gudang beras bulog di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

BPS mencatat secara geografis, potensi panen padi pada periode Januari–Maret 2026 masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Di Pulau Sumatra, potensi panen terbesar terdapat di Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Lampung.

Sementara itu, di wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara, provinsi utama yang diperkirakan memiliki potensi panen signifikan adalah Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Potensi luas panen ini masih dapat berubah sesuai dengan kondisi pertanaman dan hasil pengamatan lapangan, termasuk jika terjadi serangan hama, banjir, kekeringan, atau perubahan dalam realisasi panen oleh petani,” ucap Ateng.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya

02 Feb 2026, 22:40 WIBBusiness