Ormat Technologies. (www.ormat.com)
Ormat berdiri pada 1965, didirikan oleh Lucien Y. Bronicki bersama istrinya, Dita. Perusahaan lahir dari pengembangan paten dan riset Lucien di National Laboratory di bawah bimbingan Harry Z. Tabor. Proyek awalnya berfokus pada turbin surya kecil yang sempat dihentikan karena keterbatasan anggaran.
Setahun kemudian, pada 1966, Ormat memasang unit Organic Rankine Cycle (ORC) bertenaga surya berkapasitas 600 watt di Mali untuk menggerakkan pompa air listrik.
Memasuki 1970-an, perusahaan mulai memasok unit pembangkit ke perusahaan telekomunikasi serta jaringan pipa minyak dan gas. Salah satu kliennya adalah Alyeska Pipeline di Alaska. Dari 120 unit yang dipasang pada 1975 untuk mendukung katup pengaman dan sistem SCADA, sebagian masih beroperasi hingga kini.
Pascakrisis minyak 1973, minat terhadap energi surya meningkat. Ormat kembali mengembangkan teknologi surya dan membangun Solar Pond Power Plant berkapasitas 5 MW yang selesai pada 1982. Pembangkit itu beroperasi selama enam tahun dan memanfaatkan kolam sebagai kolektor sekaligus penyimpan panas.
Memasuki 1980-an, turunnya harga minyak membuat proyek Solar Pond tidak lagi ekonomis. Ormat kemudian mengalihkan fokus ke desain dan manufaktur peralatan untuk pembangkit panas bumi dan energi terpulihkan. Perusahaan mengklaim menghasilkan lebih dari 100 paten di bidang sistem pembangkit.
Pada dekade tersebut, Ormat juga bertransformasi dari pemasok peralatan menjadi penyedia proyek pembangkit secara turnkey, termasuk pembiayaan. Pada 1984, proyek Wubaska 700 kW menjadi ORC komersial pertama yang beroperasi di Amerika Serikat. Disusul Ormesa I berkapasitas 30 MW yang mulai beroperasi pada 1986.
Selain panas bumi, Ormat masuk ke pasar energi terpulihkan dari limbah panas, seperti di stasiun kompresor gas alam, pabrik semen, dan terminal regasifikasi LNG. Memasuki 1990-an, perusahaan mengembangkan pembangkit panas bumi siklus gabungan pertama yang dipatenkan di Puna, Hawaii, pada 1992. Ormat juga mulai menjalankan proyek dengan skema BOT dan BOO di luar negeri, termasuk optimalisasi 50 MW di Leyte, Filipina, serta proyek Olkaria III di Kenya yang kemudian berkembang menjadi kompleks 150 MW.