Di tengah meningkatnya ancaman pemanasan global dan perubahan iklim, industri energi dan pertambangan dihadapkan pada tantangan besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Konsumsi energi yang terus meningkat mendorong berbagai pihak mencari solusi inovatif dalam penggunaan bahan bakar yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Transisi energi tidak hanya jadi tantangan, tetapi juga membuka peluang bagi sektor industri untuk beradaptasi dan berkembang dalam ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan.
Dengan mengadopsi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi, PT Vale Indonesia berupaya mengurangi jejak karbon dalam operasional pertambangannya. Penggunaan HVO tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang umur mesin karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.
Dalam Indonesia Climate Change Expo & Forum (ICCEF) 2024, PT Vale Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menekan emisi karbon dengan menetapkan Peta Jalan Menuju Karbon Netral 2050. Langkah konkret sudah dimulai dengan meningkatkan efisiensi energi serta memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan.
Pada 2030, perusahaan menargetkan penurunan emisi absolut cakupan 1 dan 2 hingga 33 persen. Sementara itu, visi jangka panjangnya adalah mencapai netralitas karbon atau Net Zero Emission (NZE), sejalan dengan upaya global dalam menghadapi perubahan iklim.