Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PTPP Rugi Rp6,07 Triliun di 2025, Bengkak 298,9 Persen!
Kantor Pusat PT PP (ptpp.co.id)
  • PTPP mencatat kerugian Rp6,07 triliun pada 2025, melonjak 298,9 persen dibanding tahun sebelumnya akibat penurunan nilai aset dan penyajian ulang laporan keuangan.
  • Pendapatan usaha turun 17,87 persen menjadi Rp16,27 triliun, sementara beban usaha dan beban keuangan meningkat masing-masing 9,6 persen dan 12,87 persen.
  • Meskipun rugi besar, PTPP berhasil menekan total liabilitas sebesar Rp3,46 triliun atau 8,22 persen serta mencatat penurunan ekuitas hingga 21,18 persen di akhir 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) membukukan kerugian hingga Rp6,07 triliun sepanjang 2025.

Kerugian PTPP membengkak hingga Rp4,55 triliun atau 298,9 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,52 triliun.

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad mengatakan kinerja WIKA di 2024 dan 2025 dipengaruhi upaya perbaikan laporan keuangan, salah satunya adalah penurunan nilai aset atau impairment dan juga penyajian ulang atau restatement.

“Dalam laporan keuangan kita kita sudah dengan tekanan yang cukup signifikan ini dari proses impairdan restatement yang kita lakukan untuk penyesuaian di 2024 dan juga impair di tahun 2025, otomatis ini akan berdampak terhadap penurunan laba kita, dan juga pasti mengarah pada ekuitas yang ada di perusahaan ini,” kata kata Novel dalam acara Earnings Call tahun buku 2025, Selasa (7/4/2026).

1. Pendapatan usaha turun 17,87 persen

Salah satu portofolio proyek gedung yang dikerjakan PT PP (Persero) Tbk (PTPP). (dok. PT PP)

Kerugian PTPP seiringan dengan penurunan pendapatan usaha sebesar 17,87 persen secara year on year (yoy) dalam laporan keuangan tahun 2025. Adapun pada 2025, pendapatan usaha PTPP sebesar Rp16,27 triliun, dan 2024 sebesar Rp19,81 triliun (turun Rp3,54 triliun).

Beban usaha perseroan pun meningkat sebesar 9,6 persen, dari Rp823 miliar pada 2024, menjadi Rp905 miliar pada 2025.

Selain itu, beban keuangan tercatat sebesar Rp2,13 triliun, naik 12,87 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,89 triliun.

2. PTPP berhasil turunkan utang Rp3,46 triliun

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Meski begitu, pada 2025, perusahaan berhasil menurunkan liabilitas sebesar Rp3,46 triliun atau 8,22 persen, dari Rp42,14 triliun pada 2024, menjadi Rp38,68 triliun pada 2025.

Liabilitas jangka panjang tercatat turun Rp1,41 triliun atau 6,82 persen, dari Rp20,64 triliun pada 2024, menjadi Rp19,23 triliun pada 2025.

Kemudian, liabilitas jangka pendek turun Rp2,06 triliun atau 9,56 persen, dari Rp21,5 triliun pada 2024, menjadi Rp19,45 triliun pada 2025.

3. Aset menyusut 21,18 persen

Proyek Stasiun Tanah Abang Baru. (dok. PTPP)

Ekuitas yang dikantongi PTPP per akhir 2025 tercatat sebesar Rp42,98 triliun, turun 21,18 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp54,53 triliun.

Penurunan ekuitas menyebabkan aset perusahaan tercatat sebesar Rp42,98 triliun per akhir 2025, turun 21,18 persen (yoy).

Editorial Team