Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya Akui Software Kemenkeu Kebobolan Anggaran Motor Listrik BGN
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya celah di software Kemenkeu yang membuat anggaran motor listrik BGN sempat lolos meski sudah ditolak sebelumnya.
  • Sistem Ditjen Anggaran kini sedang diperbaiki agar kebocoran serupa tidak terulang, sekaligus memastikan pengawasan belanja negara makin ketat.
  • Pemerintah mempercepat realisasi belanja negara 2026 untuk mendorong pemerataan ekonomi dan memastikan setiap kementerian-lembaga berbelanja tepat waktu serta tepat sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan adanya celah dalam sistem penganggaran pemerintah yang menyebabkan anggaran pengadaan kendaraan roda dua alias motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) sempat lolos pada 2025.

Purbaya mengungkapkan, usulan tersebut sebenarnya sudah ditolak, tetapi lolos akibat adanya kebobolan melalui cara tertentu yang melewati sistem penganggaran. Hal itu disampaikan Purbaya saat berdialog dengan jajarannya dalam konferensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

"Ya kan? Kamu kebobolan kan? Tahun lalu waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi saya tolak itu udah betul kita tolak, rupanya ada kebocoran dari cara tertentu malah melewati itu sehingga softwarenya sehingga sempat keluar," katanya.

1. Sistem Ditjen Anggaran diperbaiki

Gedung Kementerian Keuangan. (dok. Kemenkeu)

Purbaya menjelaskan, masalah tersebut berkaitan dengan software yang dikelola oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Anggaran. Dia memastikan sistem tersebut sedang diperbaiki agar celah yang sama tidak terjadi kembali di kemudian hari.

"Itu software dari Ditjen Anggaran ya? Itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh," paparnya.

2. Percepat belanja negara tanpa kebocoran

Ilustrasi anggaran atau APBN. (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya memaparkan realisasi belanja negara pada kuartal I-2026 mengalami pertumbuhan yang signifikan. Total belanja negara tumbuh 31,4 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Secara rinci, belanja pemerintah pusat tumbuh 47,7 persen, belanja kementerian dan lembaga tumbuh 43,4 persen, serta belanja non-kementerian dan lembaga tumbuh 51,5 persen.

"Ini jadi strategi kita betul-betul berjalan, ke depan akan kita pastikan terus kementerian lembaga belanja tepat waktu, tepat sasaran dan enggak ada yang bocor," tutur Purbaya.

3. Pemerintah dorong pemerataan lewat belanja negara

Ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya menekankan pemerintah serius menjalankan kebijakan percepatan belanja pada 2026. Percepatan belanja dilakukan dengan harapan agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sepanjang tahun.

"Jadi Anda lihat kita betul-betul serius ketika saya bilang saya akan mempercepat belanja supaya dampaknya merata sepanjang tahun," kata bendahara negara tersebut.

Editorial Team