ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Selain menerima gelar profesor kehormatan, Purbaya juga membawa pulang komitmen pendanaan senilai 17 miliar dolar AS atau setara Rp301,41 triliun (kurs Rp17.730 per dolar AS) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional sepanjang periode 2025–2029.
Komitmen itu merupakan salah satu hasil pertemuan bilateral antara Purbaya dan jajarannya dengan pimpinan AIIB di Beijing, China. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendanaan pembangunan nasional sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis pemerintah.
"Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$ 17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025-2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).
Pendanaan tersebut merupakan bagian dari Multi-Year Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama AIIB. Meski sebagian program telah dirancang sebelumnya, komitmen dari lembaga multilateral tersebut akan memperkuat dukungan pembiayaan bagi agenda pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam kunjungan yang sama, Purbaya juga memperoleh dukungan dari People's Bank of China (PBOC) terkait rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan China. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas sumber pembiayaan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.