Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya Yakinkan China soal Whoosh: RI Tak Pernah Langgar Janji
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kepada pihak China bahwa Indonesia tetap memegang komitmen dan tidak pernah melanggar janji terkait restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
  • Dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan China, Purbaya menyampaikan bahwa keputusan restrukturisasi utang Whoosh telah rampung dan hanya menunggu waktu pengumuman resmi.
  • Kepala BP BUMN Dony Oskaria melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa kajian restrukturisasi proyek Whoosh sudah final dan akan segera ditandatangani dalam waktu dekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
7 April 2026

Kepala BP BUMN Dony Oskaria melaporkan progres restrukturisasi proyek Kereta Cepat Whoosh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan. Dalam rapat itu, Prabowo menaruh perhatian khusus pada proyek tersebut dan Dony menyebut kajian restrukturisasi sudah selesai serta akan segera ditandatangani.

22 April 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pernyataan di Ayana Midplaza, Jakarta, meyakinkan China bahwa Indonesia tidak pernah melanggar janji terkait proyek Whoosh. Ia juga mengungkap telah bertemu Menteri Keuangan China untuk membahas penyelesaian restrukturisasi utang yang disebutnya sudah diputuskan dan tinggal diumumkan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen terhadap penyelesaian restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dan memastikan tidak ada pelanggaran janji kepada pihak China.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan China, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam pembahasan dan pemantauan perkembangan proyek Whoosh.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Ayana Midplaza, Jakarta. Pertemuan dengan Menkeu China juga dilakukan sebelumnya, sementara laporan restrukturisasi disampaikan di Istana Kepresidenan Jakarta.
  • When?
    Purbaya menyampaikan pernyataannya pada Rabu, 22 April 2026. Laporan restrukturisasi kepada Presiden Prabowo dilakukan pada Selasa, 7 April 2026.
  • Why?
    Pernyataan ini disampaikan untuk meyakinkan pemerintah China bahwa Indonesia tetap memegang komitmen kerja sama dan menjaga kredibilitas internasional terkait proyek kereta cepat Whoosh.
  • How?
    Purbaya menjelaskan hasil pertemuan dengan Menkeu China bahwa keputusan restrukturisasi sudah rampung dan tinggal diumumkan. Ia menegaskan tanggung jawab finansial
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Purbaya ketemu sama Menteri Keuangan dari China buat ngomongin kereta cepat Whoosh. Dia bilang Indonesia nggak pernah bohong dan tetap pegang janji. Proyek itu dikerjain bareng sama China, jadi kalau rugi ya dua-duanya tanggung. Katanya semua urusan utang udah selesai dan sebentar lagi mau diumumin resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menjaga kepercayaan mitra internasional, khususnya China, melalui penyelesaian restrukturisasi proyek Whoosh yang telah mencapai tahap final. Komunikasi terbuka antarmenteri dan penegasan tanggung jawab bersama mencerminkan kematangan diplomasi ekonomi serta kesungguhan pemerintah dalam memastikan kerja sama strategis berjalan transparan dan saling menguntungkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta China tidak perlu khawatir terkait penyelesaian restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Menurutnya, Indonesia tetap memegang teguh komitmen dan janji yang telah disepakati sebelumnya. Purbaya menegaskan, Indonesia tetap menjaga kredibilitasnya di dunia internasional.

"Jadi pihak China nggak usah khawatir. Indonesia tidak pernah menyimpang atau tidak pernah melanggar janji. Itu kan kredibilitas kita yang kita jaga di dunia internasional," kata dia di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

1. Purbaya sudah bertemu dengan Menkeu China

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya mengaku telah bertemu Menteri Keuangan (Menkeu) China untuk membahas Whoosh. Menurutnya, komunikasi tersebut sangat penting mengingat proyek kereta cepat merupakan bagian dari hubungan kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan China.

Kepada Menkeu China, Purbaya menyampaikan, keputusan mengenai penyelesaian restrukturisasi utang sebenarnya sudah rampung dan hanya tinggal menunggu waktu pengumuman secara resmi.

"Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China di situ, ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China kan. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan," paparnya.

2. Whoosh jadi tanggung jawab bersama

Potret penumpang Kereta Cepat Whoosh yang hendak menaiki kereta. (dok. KCIC)

Purbaya mengingatkan, posisi Indonesia dan China dalam proyek Whoosh adalah mitra investasi. Jika proyek mengalami kerugian, maka kedua belah pihak akan menanggung beban finansial tersebut sesuai porsi masing-masing.

"Sama-sama lah, dia juga invest di sini kan. Ketika ada loss, perusahaan dia juga loss kan. Kita berapa persen, dia berapa persen bayarnya gitu kan. Jadi sama-sama agak menderita lah," kata Purbaya.

3. Restrukturisasi sudah dilaporkan ke Prabowo

Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. (dok. KCIC)

Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengungkapkan, skema penyelesaian proyek Kereta Cepat Whoosh telah mencapai tahap final.

Hal itu disampaikan Dony usai melaporkan progres restrukturisasi BUMN kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada perkembangan proyek Whoosh. Menurut Dony, kajian mengenai restrukturisasi utang kereta cepat tersebut telah selesai dan akan segera ditandatangani.

"Insyaallah, saya dan Pak Menkeu, minggu depan atau 2 minggu lagi akan ketemu dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final, ya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Editorial Team