Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
QRIS Makin Go Global, Bisa Dipakai Bulan Depan di China
Transaksi QRIS memudahkan layanan keuangan digital (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Bank Indonesia umumkan kerja sama QRIS dengan China mulai berlaku bulan depan, memperluas konektivitas pembayaran digital Indonesia setelah sebelumnya terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
  • Perluasan QRIS antarnegara menjadi implementasi nyata Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang menekankan inovasi serta konektivitas internasional untuk memperkuat ekosistem keuangan digital kawasan.
  • Inisiatif QRIS lintas negara diharapkan mempermudah transaksi masyarakat dan pelaku usaha, membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata, perdagangan, serta UMKM melalui sistem pembayaran yang efisien dan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesBank Indonesia (BI) menyatakan kerja sama sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS dengan China akan mulai berlaku bulan depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas pembayaran digital Indonesia di tingkat kawasan dan global.

Deputi Gubernur BI Filianingsih mengatakan, kehadiran China sebagai mitra baru akan semakin memperkuat jaringan pembayaran digital Indonesia. Sebelumnya, QRIS telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Sejalan dengan itu, BI terus memperluas dan memperkuat konektivitas sistem pembayaran guna mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital di kawasan.

“Jadi saat ini kita sudah merangkul Asian Plus Three, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan mudah-mudahan bulan depan kita dengan China sudah bisa terhubung juga,” ujar Filianingsih dalam peluncuran kerja sama QRIS Indonesia dengan Korea Selatan, Rabu (4/1/2026).

2. Perluasan kerja sama QRIS antarnegara merupakan implementasi konkret dari BSPI 2030

Launching QRIS Antarnegara Indonesia-Korea Selatan. (IDN Times/Triyan).

3. Bangun ekosistem pembayaran global yang lebih inklusif dan merata

Ia menjelaskan, perluasan kerja sama QRIS antarnegara merupakan implementasi konkret dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang menitikberatkan pada inovasi dan konektivitas internasional.

“QRIS antarnegara berada di persimpangan dua pilar utama, yaitu inovasi dan internasional,” ujarnya.

Launching QRIS Antarnegara Indonesia-Korea Selatan. (IDN Times/Triyan).

Filianingsih merinci, pada pilar inovasi, QRIS diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi melalui pemanfaatan teknologi. Sementara pada pilar internasional, fokusnya adalah membangun konektivitas pembayaran lintas negara yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, dengan tetap menjaga kedaulatan serta manajemen risiko.

“Melalui pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga co-creator bersama bank sentral di kawasan dalam membangun ekosistem pembayaran global yang lebih inklusif dan merata,” ujarnya.

4. Implementasi QRIS lintas negara mempermudah transaksi

Ilustrasi QRIS (bi.go.id)

Menurut Filianingsih, implementasi QRIS lintas negara tidak hanya mempermudah transaksi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, terutama di sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM.

“Dengan konektivitas ini, pelaku usaha dapat menjangkau pasar regional hingga global secara lebih efisien,” katanya.

5. BI mencatat volume transaksi inbound mencapai 5,9 juta transaksi

Ilustrasi transaksi dengan QRIS (Pexels.com/ iMin Technology)

Secara domestik, QRIS telah menjadi tulang punggung sistem pembayaran ritel nasional. Tingkat adopsi yang tinggi dinilai mampu menciptakan standardisasi, interoperabilitas, serta efisiensi transaksi digital, sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Di tingkat global, kinerja QRIS lintas negara juga menunjukkan tren positif. BI mencatat volume transaksi inbound mencapai 5,9 juta transaksi, sementara outbound sebesar 1,7 juta transaksi.

Filianingsih menambahkan, inisiatif ini sejalan dengan agenda Regional Payment Connectivity yang sebelumnya didorong Indonesia di forum kawasan Asia. Integrasi sistem pembayaran tersebut diharapkan dapat mengurangi friksi transaksi lintas negara yang selama ini masih relatif tinggi.

Ke depan, BI menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga co-creator dalam membangun sistem pembayaran digital global yang lebih terintegrasi.

Editorial Team