QRIS Siap Meluncur ke China dan Korsel pada Kuartal I 2026

- QRIS akan terhubung dengan China dan Korea Selatan pada kuartal I 2026.
- Pertumbuhan transaksi QRIS tembus 139,99 persen hingga akhir kuartal IV 2025.
- Nilai transaksi QRIS Tap mencapai Rp28 miliar pada triwulan IV 2025.
Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) menargetkan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan di China dan Korea Selatan pada kuartal I 2026. Kehadiran QRIS lintas negara ini memungkinkan wisatawan maupun pelaku usaha melakukan transaksi digital secara langsung tanpa perlu menukar uang tunai.
“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum kuartal I 2026 kita sudah bisa mengimplementasikan QRIS dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/1/2026).
1. Daftar negara terhubung QRIS makin banyak akan permudah transaksi

China dan Korea Selatan akan menambah daftar negara yang telah terkoneksi dengan layanan QRIS lintas negara. Saat ini, QRIS sudah dapat digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang.
“Selain itu, kami juga sedang melakukan diskusi yang intens dengan India, dan ke depannya terbuka kemungkinan kerja sama dengan beberapa negara lainnya,” ujar Filianingsih.
2. Pertumbuhan transaksi QRIS tembus 139,99 persen

Seiring dengan perluasan jangkauan tersebut, transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga akhir kuartal IV 2025, pertumbuhan transaksi QRIS tercatat mencapai 139,99 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Untuk 2026, BI menargetkan QRIS dapat mencatat 17 miliar transaksi, terkoneksi dengan delapan negara dalam skema lintas negara, serta digunakan oleh 45 juta merchant dan 60 juta pengguna.
3. Nilai transaksi QRIS Tap kuartal IV tembus Rp28 miliar

Selain QRIS lintas negara, BI juga mencatat peningkatan signifikan pada penggunaan fitur QRIS Tap atau QRIS Tanpa Pindai. Pada triwulan IV 2025, nilai transaksi QRIS Tap mencapai Rp28 miliar dengan total 1,44 juta transaksi.
Filianingsih menjelaskan, lonjakan tersebut didorong oleh semakin luasnya penerapan sistem QRIS Tap In dan Tap Out, khususnya di sektor transportasi publik.
“Pada triwulan IV 2025, QRIS Tap telah memproses lebih dari 1,44 juta transaksi dengan nilai melampaui Rp28 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers virtual Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
Saat ini, penggunaan QRIS Tap berkembang pesat di wilayah Jabodetabek, terutama pada lima moda transportasi utama. Untuk memperluas adopsi, BI berencana membuka akses fitur ini bagi pengguna perangkat berbasis iOS (Apple), setelah sebelumnya hanya tersedia di ponsel Android.















