Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RANS Bakal Pakai Dana IPO buat Gelar 16 Konser-Bangun Cipung Land
Initial Public Offering (IPO) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • RANS resmi melantai di BEI dengan target dana IPO Rp429 miliar, di mana 37,61 persen dialokasikan untuk menggelar 16 konser besar menghadirkan musisi nasional dan internasional.
  • Sekitar Rp80 miliar atau 18,64 persen dana IPO digunakan membangun Cipungland, wahana bermain edukatif terinspirasi Disney Land yang akan hadir di sembilan kota Indonesia.
  • Dana IPO juga dipakai untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia, pengembangan bisnis AI, pelunasan utang ke BNI, serta memperkuat modal internal demi mewujudkan legacy RANS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akhirnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melaksanakan initial public offering (IPO), Jumat (10/7/2026). Direktur Utama RANS, Nagita Slavina mengatakan dana IPO akan digunakan untuk tujuan yang telah dipaparkan dalam prospektus bulan lalu, salah satunya pelaksanaan konser.

RANS membidik dana segar hingga Rp429 miliar dari IPO, di mana porsi dana terbesar yaitu sekitar 37,61 persen (Rp161,5 miliar) untuk menggelar rangkaian konser skala besar yang mendatangkan musisi nasional maupun internasional. Totalnya, akan ada 16 konser yang digelar secara bertahap.

“Sesuai prospektus memang kita akan menjalankan beberapa konser di tahun ini, dan tiga tahun ke depan. Jadi memang kita akan melakukan sesuai prospektus, tapi di luar itu pastinya setelah menimbang banyak hal, arus kas, dan lain-lain,” kata Nagita dalam konferensi pers IPO RANS di gedung BEI.

1. Bakal bangun Cipungland, terinspirasi Disney Land

Konferensi pers penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) RANS, Jumat (10/7/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

RANS juga akan menggunakan 18,64 persen (sekitar Rp80 miliar) dari dana hasil IPO untuk membiayai proyek ekspansi wahana bermain dan belajar edukatif yang diberi nama Cipungland.

Pendiri RANS, Raffi Ahmad mengatakan, Cipungland adalah ide yang terinspirasi dari Walt Disney, di mana nama taman bermain itu berasal dari nama pendirinya.

Namun, dia mengibaratkan dirinya dan Nagita sebagai Walt Disney yang menciptakan IP untuk produknya.

Raffi ingin menjadikan nama putra keduanya, Rayyanza Malik Ahmad alias Cipung sebagai intellectual property (IP). Hal itu sebelumnya dilakukan pada produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) RANS, di mana putra keduanya, Rafathar Malik Ahmad menjadi ikon, yang kemudian ikon itu dijadikan sebagai IP milik RANS.

“Nah, anggap saja Walt Disney itu adalah Raffi Ahmad sama Nagita Slavina. Punya Disneyland, yaitu RANS. Disneyland itu punya Mickey Mouse, Rafathar punya FMCG, dan lain-lain, menjadi IP. Punya Rayyanza, punya Cipungland, jadi IP lagi,” tutur Raffi.

Rencananya, Cipungland akan dibangun di sembilan kota, yakni Bogor, Karawang, Bandung, Cirebon, Depok, Tangerang, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Bekasi.

2. Tujuan penggunaan dana lainnya

RANS Entertainment resmi IPO di BEI, Jumat (10/7/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

RANS juga akan menggunakan 19,8 persen dana IPO untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina), 8,15 persen untuk mendirikan bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence) bersama PT Global Teknologi, lalu 6,98 persen untuk percepatan pelunasan utang pokok kepada BNI, serta sebagian kecil sisanya sebagai setoran modal internal perseroan.

Terkait akuisisi saham Slavina yang berpotensi sebagai transaksi afiliasi, Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia, David Agus mengatakan transaksi itu dilakukan dengan pihak ketiga. Sehingga, dia menegaskan akuisisi itu bukan transaksi afiliasi. Saham Slavina diakuisisi dari Andy Lesmana yang bukan pihak terafiliasi, baik dengan emiten, pemegang saham, dan pengurus emiten.

“Jadi saham yang akan dibeli oleh RANS Tbk itu saat ini dimiliki oleh pihak ketiga dan ingin dibeli justru untuk dijadikan miliknya RANS,” kata David.

3. Demi menciptakan legacy

Initial Public Offering (IPO) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Raffi mengatakan, RANS dibangun untuk menjadikannya sebagai pusaka, yang tak hanya lekat dengan nama Raffi dan Nagita, tapi diingat sebagai berkah untuk masyarakat.

“Jadi suatu hari nanti, suatu zaman di masa nanti kalau saya sama Nagita sudah tidak ada lagi, sudah meninggal, tapi RANS-nya masih tetap hidup dan menjadi manfaat untuk banyak orang. Terima kasih sekali lagi, mudah-mudahan RANS bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Raffi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article