Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo Klaim Hemat Hampir Rp70 Triliun dari Penutupan Ratusan BUMN

Prabowo Klaim Hemat Hampir Rp70 Triliun dari Penutupan Ratusan BUMN
Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan sejumlah bendungan pada Kamis (10/7/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah menutup 240 BUMN tidak efisien dan menargetkan total 800 BUMN akan ditutup hingga akhir 2026.
  • Langkah penutupan BUMN dinilai berhasil menghemat hampir Rp70 triliun dari biaya operasional dan gaji direksi perusahaan yang merugi.
  • Prabowo juga menyebut beberapa BUMN yang sebelumnya rugi kini mulai mencatatkan keuntungan setelah dilakukan penataan besar-besaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menata sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak efisien. Dari langkah tersebut, Prabowo mengeklaim pemerintah telah menghemat anggaran puluhan triliun rupiah.

Prabowo mengatakan sudah ada 240 BUMN yang ditutup karena dinilai tidak berjalan baik. Jumlah tersebut, kata dia, akan bertambah menjadi 250 BUMN hingga akhir Juli.

"Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup," kata dia dalam pidatonya pada peresmian sejumlah bendungan, Jumat (10/7/2026).

Menurut Prabowo, penghematan tersebut berasal dari berbagai biaya operasional, termasuk gaji direksi dan beban perusahaan. Dia menyebut penghematan dari penutupan BUMN yang tidak efisien sejauh ini sudah mencapai hampir Rp70 triliun.

"Dari gaji direksi saja sampai sekarang, overhead cost (biaya operasional) dan gaji, kita sudah bisa menghemat mendekati Rp70 triliun, Rp70 triliun sudah kita hemat," ujar Prabowo.

Selain menutup BUMN bermasalah, Prabowo juga menyebut sejumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya mengalami kerugian selama bertahun-tahun mulai mencatatkan keuntungan.

Prabowo mengaku baru mengetahui jumlah BUMN yang mencapai lebih dari 1.000 perusahaan setelah dilantik sebagai presiden. Dia menyebut jumlah tersebut jauh lebih besar dari perkiraannya sebelumnya yang hanya sekitar 300 hingga 400 BUMN.

"Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi. Sembunyiin uang negara, sembunyikan uang rakyat. Ini kita tertibkan," kata Prabowo.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More