Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi susu (freepik.com/freepik)
Ilustrasi susu (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • China menetapkan tarif final impor produk susu Uni Eropa pada kisaran 7,4 persen hingga 11,7 persen.

  • Ketegangan perdagangan antara China dan Uni Eropa mulai mereda setelah China menurunkan tarif impor susu Uni Eropa.

  • Implementasi tarif impor baru membawa perubahan signifikan pada peta persaingan industri susu di China.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China melalui Kementerian Perdagangan secara resmi mengumumkan penurunan tarif impor untuk berbagai produk susu asal Uni Eropa, pada Kamis (12/2/2026). Keputusan final ini diambil setelah berakhirnya investigasi anti-subsidi selama 18 bulan, yang sebelumnya dilakukan sebagai respons terhadap kebijakan tarif Uni Eropa bagi kendaraan listrik.

Langkah ini menjadi sinyal penting meredanya ketegangan perdagangan bilateral, mengingat besaran tarif baru yang ditetapkan jauh lebih rendah daripada keputusan sementara sebelumnya. Kebijakan tarif yang telah disesuaikan ini mulai diberlakukan secara efektif pada Jumat (13/2/2026), dengan masa berlaku selama lima tahun ke depan bagi seluruh eksportir dari negara anggota Uni Eropa.

1. China tetapkan tarif final impor produk susu Uni Eropa

ilustrasi wanita sedang membaca label produk susu (freepik.com/gpointstudio)

Pemerintah China melalui Kementerian Perdagangan resmi menetapkan tarif akhir impor produk susu dari Uni Eropa pada kisaran 7,4 persen hingga 11,7 persen. Angka ini menunjukkan penurunan drastis dibandingkan tarif sementara sebesar 21,9 persen hingga 42,7 persen yang ditetapkan pada Desember 2025. Kebijakan ini mencakup komoditas dengan nilai perdagangan lebih dari 500 juta dolar AS (Rp8,4 triliun), yang menyasar produk seperti susu cair, krim, serta berbagai jenis keju dari Prancis, Italia, Denmark, dan Belanda.

Penyesuaian tarif tersebut dilakukan berdasarkan hasil investigasi mendalam yang menyimpulkan bahwa dampak subsidi Uni Eropa terhadap pasar domestik China masih dapat dikelola dengan instrumen yang lebih moderat.

"Tingkat subsidi yang relatif lebih rendah mencerminkan bahwa otoritas investigasi, dalam proses putusannya, telah sepenuhnya mempertimbangkan kekhawatiran semua pihak, termasuk perusahaan-perusahaan Uni Eropa, guna memastikan bahwa kesimpulannya objektif dan adil," kata Direktur Pusat Hubungan China-Eropa di Universitas Fudan, Jian Junbo, dilansir Ground News.

Keputusan ini juga menjadi upaya China dalam menjaga stabilitas pasar global sekaligus melindungi peternak domestik dari tantangan kelebihan kapasitas. Seluruh proses investigasi telah mengikuti prosedur Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan melibatkan konsultasi luas bersama para pemangku kepentingan di Eropa.

"China bersedia menjaga dialog dengan pihak Eropa untuk menciptakan lingkungan pasar yang terbuka dan stabil bagi industri China dan Eropa," ujar He Yadong, juru bicara Kementerian Perdagangan China, dilansir The Straits Times.

2. China turunkan tarif impor susu Uni Eropa untuk redam perang dagang

Ilustrasi produk susu olahan (pexels.com/Nothing Ahead)

Ketegangan perdagangan antara Beijing dan Brussels yang berlangsung sejak Agustus 2024 mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Awalnya, China meluncurkan investigasi anti-subsidi terhadap produk susu sebagai balasan atas kebijakan Uni Eropa yang memberlakukan bea masuk tambahan bagi kendaraan listrik asal China. Fokus penyelidikan ini tertuju pada Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa yang memberikan subsidi besar bagi sektor agrikultur di wilayah tersebut. Strategi ini digunakan oleh China sebagai daya tawar politik untuk melindungi kepentingan ekonominya tanpa mengganggu stabilitas pasokan bahan baku industri pengolahan makanan dalam negeri.

Meskipun China telah menurunkan nilai tarif finalnya, pihak Uni Eropa tetap menyatakan keberatan terhadap proses penyelidikan tersebut.

"Kami menganggap langkah-langkah ini tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan, serta kami tetap pada pandangan teguh bahwa investigasi ini seharusnya tidak terjadi sejak awal karena aplikasi tersebut kekurangan bukti yang cukup untuk membenarkan pembukaan prosedur semacam itu," ujar Olof Gill, juru bicara perdagangan Uni Eropa.

Di sisi lain, langkah penurunan tarif ini bertepatan dengan melunaknya sikap kedua pihak, di mana Uni Eropa kini mulai mengizinkan produsen kendaraan listrik asal China untuk merundingkan kesepakatan harga secara mandiri. Penetapan tarif yang lebih rendah ini dipandang sebagai bentuk kompromi strategis agar sengketa perdagangan tidak meluas hingga ke level pengadilan internasional.

3. Persaingan Uni Eropa dengan Selandia Baru

ilustrasi produk susu (freepik.com/chandlervid85)

Implementasi tarif impor baru sebesar 7,4 persen hingga 11,7 persen membawa perubahan signifikan pada peta persaingan industri susu di China. Produk asal Uni Eropa kini harus menghadapi beban biaya tambahan yang membuat mereka lebih sulit bersaing dengan pemasok dari negara lain, terutama Selandia Baru. Saat ini, Selandia Baru menikmati tarif nol persen sehingga mampu mendominasi pasar mentega dan susu bubuk, sementara ekspor Uni Eropa sempat terhambat akibat ketidakpastian regulasi. Bagi produsen domestik China, penetapan tarif ini dianggap memberikan perlindungan yang memadai tanpa memicu kelangkaan produk keju spesifik seperti Roquefort dan Camembert.

Di sisi lain, para eksportir dari Prancis, Italia, dan Belanda kini dituntut untuk menyusun ulang strategi pemasaran mereka di pasar Asia. Meski tarif yang ditetapkan tidak seberat yang dikhawatirkan sebelumnya, posisi produk Eropa tetap tertekan oleh efisiensi logistik dari wilayah Oseania. Kebijakan yang mulai berlaku pada Jumat (13/2/2026) ini mendorong produsen Uni Eropa untuk lebih fokus pada inovasi produk dan segmen konsumen kelas menengah atas yang setia pada merek-merek premium.

"Bahkan dengan pengurangan tarif, Uni Eropa akan tetap kesulitan mengejar Selandia Baru karena adanya perjanjian perdagangan China-Selandia Baru yang telah membuat tarif produk susu impor dikurangi menjadi 0 persen secara menyeluruh," kata Yifan Li, Kepala Dairy Asia di StoneX.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team