Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respons Geopolitik, Bahlil Lapor Prabowo Segera Pensiunkan PLTD Solar
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa pemerintah akan mempercepat transisi energi dengan mempensiunkan seluruh PLTD berbahan solar setelah Lebaran 2026.
  • Langkah ini dipicu oleh ketidakpastian pasokan energi fosil akibat konflik geopolitik global, sehingga pemerintah ingin memperkuat ketahanan energi nasional lewat pemanfaatan EBT.
  • Pemerintah memastikan PLTD baru akan dimatikan setelah pembangkit pengganti seperti PLTS dan geothermal beroperasi komersial agar pasokan listrik masyarakat tetap aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru saja menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan progres kerja satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi.

Bahlil mengungkapkan, pemerintah akan segera mengambil langkah setelah masa libur Lebaran 2026. Fokus utamanya adalah mematikan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar solar dan menggantinya dengan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Mungkin pasca Hari Raya ini sudah bisa action, dan pertama yang kita selesaikan adalah diesel-diesel, PLTU-PLTU yang dari solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS, dan juga adalah geothermal," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

1. Ancaman konflik global jadi pemicu percepatan transisi energi

Ilustrasi bauran energi baru terbarukan. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Bahlil menjelaska,n pembangkit berbahan bakar solar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia akan digantikan mengingat kondisi geopolitik dunia yang sedang memanas akibat perang, sehingga pasokan energi fosil dalam jangka panjang sulit untuk dipastikan.

Menurutnya, ketergantungan pada solar sangat berisiko di tengah ketidakpastian global, sehingga pemerintah merasa perlu mengamankan ketahanan energi nasional melalui transisi ke EBT.

"Pembangkit-pembangkit yang selama ini memakai solar karena dalam kondisi geopolitik perang ini tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang," ujar Bahlil.

2. Pemerintah optimalkan potensi energi hijau dari dalam negeri

Foto udara suasana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sebagai solusi atas ketidakpastian tersebut, Bahlil menegaskan pemerintah akan mengoptimalkan segala potensi energi yang ada di dalam negeri, mulai dari panas bumi hingga matahari. Energi fosil yang selama ini digunakan akan dikonversi menjadi energi terbarukan.

"Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil, untuk bisa kita lakukan seperti energi terbarukan," paparnya.

3. PLTD baru akan dimatikan setelah pembangkit pengganti beroperasi

Rampungkan Gardu Induk Gunung Mas, PLN Pensiunkan 2 PLTD di Kalteng. (Dok. PLN)

Terkait teknis pelaksanaan, Bahlil memastikan proses transisi tidak akan mengganggu pasokan listrik masyarakat. Dia menekankan pembangkit ramah lingkungan akan dibangun terlebih dahulu secara paralel sebelum PLTD solar dimatikan.

Setelah pembangkit baru mencapai tahap commercial operation date (COD) atau mulai beroperasi secara komersial, barulah PLTD di wilayah tersebut akan dinonaktifkan sepenuhnya.

"Bangun dulu dong. Kalau (PLTD) disetop belum dibangun kan penggantinya nggak ada. Jadi paralel begitu dibangun, begitu sudah langsung COD, PLTD-nya dimatikan," ujarnya.

Editorial Team