Comscore Tracker

Dalam Status Waspada, Berapa Lama Utang Indonesia Bakal Lunas?

Utang Indonesia meningkat 10,3 persen

Selama ini, kita pasti tahu bahwa Indonesia telah banyak berutang dengan negara lain. Berapa besar nominalnya, kamu sudah tahu, belum? Per Februari 2018 ini, utang Indonesia telah melonjak menjadi 375,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.915 triliun.

Angka yang sangat fantastis, kebayang gak berapa lama Indonesia bisa melunasinya?

1. Manfaat dan risiko Indonesia dalam berutang ke luar negeri

Dalam Status Waspada, Berapa Lama Utang Indonesia Bakal Lunas?ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Pemerintah mengelola utang secara prudent, yakni berhati-hati dalam menggunakannya, teapi tetap ingin memberikan hasil maksimal. Dari sekian banyak manfaat utang ke luar negeri, inilah dua di antaranya:

  1. Utang Rp 24 triliun untuk membangun MRT di Jakarta. Fasilitas moda transportasi massal yang mampu mengangkut 412 ribu penumpang per hari atau 48 juta per tahun. Selain itu adanya MRT akan dapat menciptakan lapangan kerja baru.
  2. Utang Rp 4 triliun untuk membangun waduk Jatigede Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Hingga saat ini, waduk tersebut berhasil menghasilkan listrik 110 megawatt, pengamanan banjir untuk 14 ribu hektare, dan sumber air.

Pembiayaan infrastruktur melalui utang luar negeri tidak selamanya berjalan mulus. Penggunaan secara prudent  tersebut bisa mengurangi risiko Indonesia, seperti yang terjadi pada Angola, Zimbabwe, Nigeria, Pakistan, dan Sri Lanka. 

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurahman mengungkapkan, ada kisah pahit yang dialami Zimbabwe karena mempunyai utang sebesar 40 juta dollar AS kepada China. Setelah jatuh tempo pada akhir Desember 2015, Zimbabwe terpaksa mengganti mata uangnnya menjadi Yuan sebagai imbalan penghapusan utang.

Baca juga: 10 Negara dengan Utang Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk Gak Ya?

2. Sudah optimalkah Indonesia dalam berutang ke luar negeri?

Dalam Status Waspada, Berapa Lama Utang Indonesia Bakal Lunas?ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Utang ke luar negeri memang diperlukan dalam pembangunan untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Tak hanya Indonesia, ada Jepang, China, dan Korea Selatan yang menggunakan utangnya untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Sayangnya, untuk saat ini, pemerintah terlalu mengobral utang dalam bentuk surat berharga negara (SBN). Tidakan tersebut bisa mengakibatkan pemerintah tidak dapat mengendalikan pergerakan pasar.

"Saran saya, lebih baik perbanyak utang dengan bank dunia, seperti ADB, Jepang, jaminananya lebih efektif. Tapi kita gak bisa merdeka, gak bisa suka-suka pakai anggaran, gak bisa cawe-cawe," kata Ekonom senior Institute for Development for Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri, di kantornya, Rabu (21/3).

Selain itu, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak beranjak dari lima persen. Menurut Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, mengatakan efektivitas utang untuk meningkatkan produktivitas perekonomian tak kunjung terlihat sampai sekarang. Setidaknya, harus ada sektor yang produktivitas yang meningkat sebagai nilai tambah, tenaga kerja, dan sebagainya.

3. Ada syarat khusus agar Indonesia bisa melunasi utang tersebut

Dalam Status Waspada, Berapa Lama Utang Indonesia Bakal Lunas?ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Berdasarkan data terakhir dari Bank Indonesia pada akhir Januari 2018, utang Indonesia meningkat 10,3 persen. Ada pun rinciannya yakni 183,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.521 triliun utang pemerintah dan 174,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.394 triliun utang swasta.

Dengan utang sebesar itu, akan sangat sulit dilunasi jika penghasilan pajak hanya mencapai Rp 100 triliun. Direktur Strategis dan Portofolio Utang Kemenkeu Scenaider Clasein H. Siahaan mengatakan pemerintah harus mengangsur sebesar Rp 450 miliar per tahun untuk melunasi utang tersebut. "Kalau ditanya kapan lunas, tergantung political," ujar Scenaider.

Dia menerangkan kalau budget  Indonesia surplus Rp 500 triliun setahun, sedangkan  penerimaan pajak Rp 1.800 triliun. Maka, terdapat dana Rp 1.300 triliun untuk belanja.

Bisa diperkirakan, utang Indonesia sebanyak Rp 4,9 triliun bisa lunas selama 10 tahun ke depan, kalau per tahunnya kita membayar Rp 500 triliun. Semoga penerimaan Indonesia semakin tinggi ke depannya.

Baca juga: Seharusnya, Kamu Berutang 7 Hal Ini Pada Diri Sendiri di Usia 22 Tahun

Topic:

Berita Terkini Lainnya