Jakarta, IDN Times — Pemerintah Indonesia menyepakati impor ayam dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kebijakan ini mencakup pemasukan 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS) senilai sekitar 17–20 juta dolar AS atau sekitar Rp287,5–338,3 miliar (kurs Rp16.916)
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menegaskan, impor tersebut tidak akan membanjiri pasar domestik maupun merugikan peternak lokal. Pemerintah menyatakan, langkah ini difokuskan untuk kebutuhan bibit dan bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri.
