Jakarta, IDN Times - Lebih dari 1.000 aktor, sutradara, produser, dan pekerja kreatif secara resmi menolak rencana penggabungan antara Warner Bros. Discovery dan Paramount Skydance, pada Senin (13/4/2026). Kesepakatan bernilai sekitar 110 miliar hingga 111 miliar dolar AS (Rp1,88 kuadriliun-Rp1,90 kuadriliun) ini menjadi perhatian dunia karena dianggap dapat mengubah peta persaingan industri media di AS dan berisiko memicu monopoli di sektor hiburan global.
Para pekerja film memperingatkan bahwa penggabungan dua raksasa media ini berisiko mengurangi lapangan kerja bagi puluhan ribu orang, meningkatkan biaya langganan bagi penonton, serta menyusutkan keragaman tontonan yang bisa dinikmati masyarakat. Protes ini menunjukkan kekhawatiran para pekerja Hollywood yang merasa ekosistem industri terancam oleh konsolidasi perusahaan yang dinilai lebih mengutamakan efisiensi finansial dibandingkan nilai seni.
