Comscore Tracker

Mengintip Kisah Bisnis Plataran Grup, dari 'Kecelakaan' hingga Mau IPO

Berdiri sejak 2009, karyawan Plataran dari 25 menjadi 1.300

Jakarta, IDN Times - Plataran merupakan grup restoran dan hotel yang didirkan pada 2009. Destinasi pariwisata yang menawarkan fasilitas dan menu premium ini telah hadir di berbagai kota di Indonesia dalam 13 tahun terakhir.

Menyasar kelas menengah ke atas, restoran dan hotel Plataran hadir dengan membawa ambience Nusantara lewat kehadiran barang-barang seni di dalamnya. Bagaimana kisah CEO Plataran Group, Yozua Makes membangun bisnis Plataran hingga ada di titik ini?

Simak cerita lahirnya Plataran dan perkembangan bisnisnya yang dibagikan Yozua saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis.

Baca Juga: Enam Langit by Plataran, Hadirkan Sensasi Sarapan Beda di Atas Awan

1. Plataran dibentuk karena 'kecelakaan'

Mengintip Kisah Bisnis Plataran Grup, dari 'Kecelakaan' hingga Mau IPOCEO dan Pendiri Plataran Group, Yozua Makes saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis. (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Tak diduga, Plataran lahir karena 'kecelakaan'. Setidaknya, begitulah pengakuan Yozua saat memulai kisahnya mendirikan Plataran. 

"Jawabannya pertama adalah kecelakaan. Jadi kita, saya dan istri saya sebenarnya mendirikan Plataran secara tidak sengaja karena background saya sebenarnya adalah pendidik. Saya mengajar di UI dan UPH, tapi kita mendirikan Plataran karena kita merasa bahwa kita harus menjaga kebudayaan Indonesia melalui pariwisata," tutur Yozua, Selasa (11/1/2022).

Atas dasar itu, Yozua dan istrinya menjadikan vila milik mereka di Canggu, Bali sebagai Plataran yang pertama 13 tahun lalu atau tepatnya pada 2009. Plataran Canggu pun menjadi awal Yozua terjun ke bisnis pariwisata dan food & beverages (F&B).

Setelah Canggu, Yozua menyasar sejumlah lokasi ikonik lainnya untuk jadi tempat berdirinya Plataran. Di Pulau Jawa, Plataran ada di Borobudur, Puncak, Jakarta, dan Bromo. Kemudian di Bali, selain Canggu, Plataran juga turut berada di Ubud dan Taman Nasional Bali Barat. Plataran juga kini hadir di Nusa Tenggara Timur (NTT) atau tepatnya di Labuan Bajo.

"Pertama itu tahun 2009, Plataran Canggu. Dari 25 karyawan dan kita baru saja berulang tahun 6 Januari kemarin yang ke-13 tahun. Sekarang karyawan kami sudah sampai 1.300 dari awalnya cuma 25," kata Yozua.

Baca Juga: Plataran Komodo Rilis Vila dengan Konsep Unik di Tepi Pantai

2. Plataran dibuat karena kecintaan Yozua terhadap seni asal Indonesia

Mengintip Kisah Bisnis Plataran Grup, dari 'Kecelakaan' hingga Mau IPOHutan Kota by Plataran di Senayan, Jakarta. (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Yozua kemudian bercerita tentang kaitan antara kecintaannya dengan seni Indonesia dan Plataran. Para pengunjung yang datang ke Plataran disuguhi dengan banyaknya karya seni asal Indonesia.

Hal itu membuat Plataran menjadi tempat dengan nuansa atau vibes yang Indonesia banget. Yozua pun tak menampik anggapan tersebut karena dirinya memang jatuh hati kepada barang-barang seni khas Indonesia.

"Jadi Plataran itu memang dasarnya adalah personifikasi, very much personal dan kita ini memang suka barang-barang Indonesia. Jadi kita kumpulin sehingga kalau kita ke Plataran, tinggal di satu kamar atau vila itu nggak mungkin standar. Barang-barang etniknya bisa berbeda-beda dan kita sangat cinta Indonesia," ucap dia.

3. Plataran Group bakal IPO

Mengintip Kisah Bisnis Plataran Grup, dari 'Kecelakaan' hingga Mau IPOHutan Kota by Plataran di Senayan, Jakarta. (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sejak didirikan 13 tahun lalu, Plataran Group telah berkembang pesat sebagai sebuah bisnis. Pandemik COVID-19 yang berlangsung sejak 2020 pun tak begitu memberikan dampak bagi Plataran Group.

Yozua mengakui, Plataran sempat terdampak akibat COVID-19 mengingat pariwisata menjadi salah satu sektor yang sangat terpukul sejak awal 2020. Namun, pria yang kini menjabat Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority atau Lembaga Pengelola Investasi (INA) tersebut menyatakan Plataran masih beruntung dapat bertahan sepanjang dua tahun pandemik.

"Kita Plataran, Alhamdulillah cukup beruntung karena apa? Karena business model kita adalah seamless integrated hospitality, jadi bidang usahanya ada F&B, ada resort, ada hotel, ada kapal, dan lokasi kita ada di Jawa, NTT, dan Bali," kata Yozua.

Tak heran jika kemudian Yozua menargetkan Plataran bisa melantai di pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI) di kemudian hari mengingat bisnis Plataran saat ini sudah cukup besar. Selain itu, Plataran Group juga terbukti resilien dalam menghadapi pandemik COVID-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir.

"Tentu kalau kita mau berkembang terus, kita harus dimiliki oleh public karena memang dasarnya Plataran ini visinya untuk Indonesia dan Indonesians, dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Pada saat yang tepat pasti kita akan menuju ke sana (IPO)," ujar Yozua.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya