Comscore Tracker

Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS, Potensi Menguat Hingga Sore

Rupiah dibuka menguat 20 poin ke level Rp14.415

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (6/5/2021) pagi. Rupiah dibuka menguat 20 poin terhadap dolar AS ke level Rp14.415.

Melansir Bloomberg, hingga pukul 11.25 WIB, rupiah menunjukkan keperkasaannya dengan menguat 101 poin atau 0,7 persen ke level Rp14.334 per dolar AS pada pagi ini. Sementara, pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda ditutup melemah ke level Rp14.435.

Baca Juga: Ini Alasan Astra Guyur 40 Juta Dolar AS ke Halodoc dan Sayurbox

1. Pergerakan mata uang Asia

Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS, Potensi Menguat Hingga Sorescreenshot aplikasi currency

Penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS nyatanya diikuti oleh mata uang Asia lainnya. Beberapa mata uang Asia juga mengalami penguatan terhadap dolar AS.

Ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, dolar Singapura 0,01 persen, dolar Taiwan 0,08 persen. Kemudian, won Korea Selatan tercatat menguat 0,13 persen, dan peso Filipina 0,13 persen.

Sementara itu, yen Jepang, rupee India, yuan China, dan baht Thailand melemah masing-masing 0,11 persen, 0,01 persen, 0,06 persen, serta 0,07 persen.

2. Rupiah akan menguat terhadap dolar AS hari ini

Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS, Potensi Menguat Hingga SoreIlustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra, menyampaikan potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS akan terjadi sepanjang hari. Hal tersebut mengikuti sentimen positif para pelaku pasar global terhadap aset-aset berisiko.

"Pagi ini terlihat indeks saham Asia menguat. Sentimen didukung oleh ekspektasi pemulihan ekonomi global," kata Ariston.

Dukungan juga datang dari yield obligasi AS untuk tenor 10 tahun yang tertekan di bawah 1,6 persen

3. Rupiah berpotensi menguat pada akhir perdagangan sore ini

Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS, Potensi Menguat Hingga SoreIlustrasi Uang Rupiah (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Di sisi lain, penguatan rupiah justru akan sedikit tertahan sebagai imbas dari prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang terbatas lantaran penurunan konsumsi akibat larangan mudik.

Maka dari itu, Ariston meyakini bahwa rupiah bisa ditutup menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan sore nanti.

"Potensi penguatan ke kisaran support Rp14.410 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.450," ucap dia.

Baca Juga: Dibuka Melemah, Rupiah Berpotensi Perkasa Terhadap Dolar AS Hari Ini

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya