Jakarta, IDN Times - Danantara masih melanjutkan rencana konsolidasi BUMN untuk memangkas jumlahnya dari 1.034 perusahaan menjadi 200-300 perusahaan. Konsolidasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani membeberkan banyaknya bisnis BUMN yang beroperasi dengan kinerja buruk. Misalnya, rumah sakit (RS) yang dikelola oleh BUMN.
“Kami memiliki 75 rumah sakit, dan sebagian besar beroperasi dengan buruk,” kata Rosan dalam CNA Summit 2026, Kamis (5/2/2026).
