Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Buka Suara Bikin Perminas di Tengah Rencana Pangkas BUMN

Danantara Buka Suara Bikin Perminas di Tengah Rencana Pangkas BUMN
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Perampingan BUMN ditujukan pada unit usaha tidak efektif, berskala kecil, dan merugi. Usaha seperti air minum, travel agent kecil, dan logistik akan dihentikan.
  • Penutupan usaha tidak produktif bukan tindakan inkonsisten karena yang dihentikan adalah usaha yang tidak memberikan kontribusi positif.
  • Danantara tetap membuka peluang membangun industri baru seperti industri baterai dan kendaraan listrik untuk mengikuti perkembangan ekonomi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menjelaskan alasan pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional alias Perminas di tengah rencana perampingan jumlah badan usaha milik negara (BUMN).

Menurutnya, kehadiran Perminas dibutuhkan untuk mengelola industri logam tanah jarang (rare earth) karena Indonesia memiliki sumber dayanya dan memerlukan entitas khusus untuk menggarap sektor tersebut.

"Perminas itu untuk rare earth karena memang kita butuh perusahaan karena kita punya rare earth," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2025).

1. Pemangkasan pada unit kecil dan merugi

Danantara Buka Suara Bikin Perminas di Tengah Rencana Pangkas BUMN
Logo BUMN (Source: https://bumn.go.id/profil/erabarukami/identitas)

Dony menjelaskan, kebijakan perampingan perusahaan pelat merah diarahkan pada unit usaha yang dinilai tidak efektif, berskala kecil, dan terus mencatatkan kerugian.

Unit-unit semacam ini, termasuk anak cucu usaha di sektor yang tidak strategis, dipandang tidak memberi nilai tambah dan justru membebani keuangan negara. Karena itu, Danantara memilih menutup atau menghentikan lini bisnis yang selama ini merugi.

"Misal contoh, kita punya (bisnis) air minum, kita punya travel agent kecil, ya buat apaan? Kita punya misalkan lagi apa lagi ya, logistik. Logistiknya tapi kecil skalanya. Nah, itu yang kita pangkas, yang terus selama ini juga rugi," tuturnya.

2. Bukan kebijakan yang tidak konsisten

Danantara Buka Suara Bikin Perminas di Tengah Rencana Pangkas BUMN
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria. (IDN Times/Triyan).

Dia menegaskan, langkah penutupan tersebut tidak bisa dimaknai sebagai kebijakan yang inkonsisten. Menurut Dony, yang dihentikan adalah usaha yang tidak produktif dan tidak memberikan kontribusi positif.

"Jadi bukan berarti jangan dilihat ini, 'kok kayaknya nggak konsisten', bukan tidak konsisten. Yang kita tutup itu, yang tidak memberikan nilai tambah terhadap kita. Justru merugikan kita," papar Dony.

3. Bangun industri baru yang strategis

Danantara Buka Suara Bikin Perminas di Tengah Rencana Pangkas BUMN
ilustrasi perusahaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Dony menyampaikan, Danantara tetap membuka peluang membangun industri baru seiring perkembangan kebutuhan ekonomi. Sektor-sektor strategis seperti industri baterai dan kendaraan listrik disebut menjadi contoh arah pengembangan ke depan.

Dia menekankan, penambahan entitas baru dilakukan untuk mengikuti perkembangan industri, sementara penutupan tetap difokuskan pada unit yang tidak efektif agar tidak menimbulkan kerugian berkelanjutan.

"Namanya industri berkembang tentu kita juga harus mengikuti kan? Nah, ini yang teman-teman mesti memahami juga," kata Dony.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Fakta Finansial yang Bikin Gaya Hidup Semakin Boros

04 Feb 2026, 22:00 WIBBusiness