Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Dibuka Lesu ke Rp16.902 per Dolar AS
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
  • Rupiah dibuka melemah ke Rp16.902 per dolar AS, turun 16 poin atau 0,09 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Mata uang Asia kompak melemah akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah global yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.
  • Sentimen positif muncul dari rencana EIA melepas cadangan minyak besar, namun belum cukup menenangkan pasar; rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.800–Rp16.950 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp16.902 per dolar AS. Rupiah tercatat melemah 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Mata uang di Asia kompak melemah

Mata uang di Asia kompak melemah, rinciannya:

  • Bath Thailand melemah 0,09 persen

  • Ringgit Malaysia melemah 0,01 persen

  • Rupee India melemah 0,24 persen

  • Pesso Filipina melemah 0,39 persen

  • Won Korea melemah 2,21 persen

  • Dolar Taiwan melemah 0,02 persen

2. Muncul kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak mentah global

Pengamat pasar uang, Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah global.

"Sentimen tersebut muncul setelah harga minyak mentah dunia kembali melonjak di tengah ketidakpastian pasokan energi," tegasnya.

Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung mencari aset safe haven seperti dolar AS, yang pada akhirnya memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

3. Ada sentimen besar dari EIA terkait pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar

Di sisi lain, pasar sempat mendapat sentimen positif dari rencana sejumlah anggota Energy Information Administration (EIA) untuk melakukan pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar guna menstabilkan pasokan dan meredam lonjakan harga.

Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup kuat untuk meredakan kekhawatiran pasar sepenuhnya.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam tekanan terbatas.

"Mata uang Garuda diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS," tegasnya.

Editorial Team