Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya: Rupiah Tembus Rp17 Ribu dan IHSG Anjlok Bukan Sinyal Resesi

Purbaya: Rupiah Tembus Rp17 Ribu dan IHSG Anjlok Bukan Sinyal Resesi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sambangi Pasar Tanah Abang. (IDN Times/Triyan)
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga Rp17 ribu dan anjloknya IHSG bukan tanda resesi, karena ekonomi nasional masih berada pada fase ekspansi.
  • Ia meminta investor tetap tenang menghadapi gejolak pasar, sebab pemerintah terus menjaga fondasi ekonomi agar tetap kuat di tengah tekanan global.
  • Purbaya menekankan pengalaman Indonesia menghadapi krisis sebelumnya menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi saat ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons laju nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp17 ribu per dolar Amerika Sserikat (AS), ditambah ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan sebagai sinyal resesi ekonomi.

Dia juga menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang menyamakan kondisi saat ini dengan tanda-tanda krisis moneter pada 1998.

"Rupiah 17 ribu, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi, daya beli sudah hancur, tidak seperti itu," kata Purbaya usai Sidak Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

1. Berbagai indikator ekonomi tunjukkan perbaikan dan jauh dari resesi

Purbaya: Rupiah Tembus Rp17 Ribu dan IHSG Anjlok Bukan Sinyal Resesi
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Menurut Purbaya, indikator ekonomi nasional saat ini masih menunjukkan kondisi yang jauh berbeda dari asumsi resesi yang beredar di kalangan pengamat.

"Ekonomi kita masih ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian. Jangankan krisis, resesi saja belum, perlambatan pun belum,” ujar Purbaya.

2. Purbaya minta investor tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan

Purbaya: Rupiah Tembus Rp17 Ribu dan IHSG Anjlok Bukan Sinyal Resesi
Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)

Meskipun pasar saham sedang bergejolak, Purbaya meminta para investor untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan. Ia menegaskan, pemerintah terus menjaga fondasi ekonomi Indonesia agar tetap kokoh di tengah tekanan eksternal global.

"Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan. Jadi investor di pasar saham nggak usah takut, pondasi kita jaga betul," ucapnya.

3. Indonesia miliki rekam jejak teruji saat hadapi guncangan

Purbaya: Rupiah Tembus Rp17 Ribu dan IHSG Anjlok Bukan Sinyal Resesi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sambangi Pasar Tanah Abang. (IDN Times/Triyan)

Purbaya menekankan, Indonesia telah memiliki rekam jejak yang teruji dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi global, mulai dari krisis 2008 hingga pandemik COVID-19 pada 2020. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan mitigasi yang tepat saat ini.

"Kita sudah tahu krisis 98 apa penyebabnya, kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh, kita tumbuh bagus kan. 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas. Jadi teman-teman nggak usah takut, kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi," tutur Purbaya.

3. Mmentum pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga melalui langkah strategis

Purbaya: Rupiah Tembus Rp17 Ribu dan IHSG Anjlok Bukan Sinyal Resesi
Analisis ekonomi indonesia (RDNE Stock project/pexels.com)

Purbaya memastikan, momentum pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga melalui langkah-langkah strategis yang akan diambil pemerintah secara berkala guna menetralisir dampak negatif dari volatilitas pasar keuangan global.

"Yang jelas kalau pengalaman 2008, 2020, 2015, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kita," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More