Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada level Rp17.916 per dolar AS pada perdagangan Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka menguat 1 poin atau 0,01 persen.

Pergerakan mata uang di Asia menguat, rinciannya:
Ringgit Malaysia menguat 0,01 persen
Yuan China menguat 0,02 persen
Rupee India menguat 0,01 persen
Dolar Taiwan menguat 0,13 persen
Yen Jepang menguat 0,02 persen
Analis Pasar Uang Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Namun, ruang penguatan rupiah dinilai masih terbatas.
Menurutnya, dolar AS cenderung terkoreksi setelah data Institute for Supply Management (ISM) Services AS menunjukkan pelemahan. Kondisi tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi rupiah.
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data ISM Services AS yang lebih lemah. Namun, penguatan diperkirakan terbatas oleh masih tingginya imbal hasil obligasi AS dan minyak mentah dunia," ujar Lukman.
Di sisi lain, pelaku pasar masih bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik pada pekan ini. Beberapa data yang menjadi perhatian antara lain cadangan devisa, kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel.
Menurut Lukman, data-data tersebut akan menjadi perhatian investor untuk melihat arah perekonomian domestik dan menentukan pergerakan rupiah selanjutnya.
"Hingga penutupan nanti, rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS," tegasnya.