Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan depan seiring potensi penguatan dolar Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, bahkan memperkirakan rupiah berpeluang bergerak mendekati level Rp18.250 per dolar AS dalam sepekan ke depan.
Menurut Ibrahim, indeks dolar AS berpotensi kembali menguat setelah diperdagangkan pada kisaran support 99,00 dan resistance 101,00.
Indeks dolar ini kemungkinan besar dalam satu pekan ke depan itu akan ditransaksikan di support 99.00, kemudian resisten di 101.00. Artinya apa? Ada kemungkinan indeks dolar ini akan kembali menguat tajam," ujar Ibrahim dalam pernyataan resminya kepada media, Minggu (7/6/2026).
Penguatan indeks dolar biasanya menjadi sentimen negatif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
