Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.899 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah ditutup menguat 16 poin atau 0,09 persen ke Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan Jumat sore, berdasarkan data Bloomberg.
  • Penguatan rupiah didukung turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, pelemahan indeks dolar, serta harapan kesepakatan damai di Timur Tengah.
  • Risalah The Fed dinilai tetap hawkish hingga akhir tahun, namun sesuai ekspektasi pasar dan tidak memunculkan kejutan baru bagi pelaku pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan, Jumat (9/10/2026) sore. Rupiah parkir di level 17.899 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat menguat 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Rincian pergerakan mata uang di Asia

Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, rinciannya:

  • Yuan China menguat 0,01 persen

  • Rupee India menguat 0,03 persen

  • Pesso Filipina menguat 0,07 persen

  • Dolar Taiwan menguat 0,01 persen.

2. Faktor penopang rupiah menguat

Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan indeks dolar AS," jelasnya.

Sentimen positif bagi rupiah datang dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah. Optimisme tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan adanya perkembangan positif dalam perundingan dengan Iran.

"Meredanya ketegangan geopolitik berpotensi mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," tegasnya.

3. The Fed bakal tetap hawkish di sisa akhir tahun

Sementara itu, risalah rapat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang dirilis dua malam sebelumnya dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar.

Lukman menilai risalah tersebut menunjukkan sikap hawkish, tetapi tidak memberikan kejutan baru bagi pelaku pasar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article