Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan indeks dolar AS," jelasnya.
Sentimen positif bagi rupiah datang dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah. Optimisme tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan adanya perkembangan positif dalam perundingan dengan Iran.
"Meredanya ketegangan geopolitik berpotensi mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," tegasnya.