Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti ketegangan antara AS dan Iran. Meski Presiden AS Donald Trump mengeklaim upaya damai berjalan baik dan berjanji menghentikan serangan ke pembangkit energi Iran selama 10 hari, situasi lapangan justru kontradiktif.
AS diketahui telah mengirim ribuan pasukan ke Timur Tengah, bahkan Trump tengah mempertimbangkan serangan darat untuk menguasai Pulau Kharg yang merupakan pusat minyak strategis Iran.
"Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa proposal AS yang terdiri dari 15 poin, yang disampaikan kepada Teheran oleh Pakistan, adalah sepihak dan tidak adil," papar Ibrahim.
Dampak perang menyebabkan pasokan minyak global berkurang drastis hingga 11 juta barel per hari. Badan Energi Internasional bahkan menyebut krisis energi kali ini jauh lebih buruk dibandingkan gabungan guncangan minyak tahun 1970-an dan perang gas Rusia-Ukraina.