Jakarta, IDN Times - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai pelemahan nilai tukar rupiah mulai memberikan tekanan terhadap biaya hidup masyarakat, terutama pada sektor pangan, energi, hingga layanan digital.
Menurut Yusuf, dampak paling cepat terasa terjadi pada harga pangan karena Indonesia masih bergantung pada impor sejumlah komoditas strategis seperti gandum, kedelai, bawang putih, gula, susu, hingga sebagian kebutuhan daging sapi.
"Ketika rupiah melemah cukup dalam, biaya impor otomatis naik," ujarnya kepada IDN Times, Jumat (15/5/2026).
